Kurus dan Gemuk, Cari Butiknya di Cilamaya Ini...!!

PELITAKARAWANG.COM - Beragam cara merintis bisnis. Bukan perkara mudah agar bisnis bisa masuk pasar transaksi di tengah masyarakat, perlu strategi dan membaca peluang. Hal itulah, yang mendasari Sartika Dillyanti, perempuan asal Dusun Pangkalan II RT 17/02 Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan,membuka usaha butik dengan modal iseng. Terlebih, dorongan sulitnya orang mencari ukuran size yang cocok, di manfaatkannya untuk membuka pangsa masyarakat dengan ukuran badan gemuk, maupun kurus.

Kepada Pelitakarawang.com, Wanita 34 tahun ini mengaku,peluang kadang tidak bisa didapatkan, tapi ketika ada ide itu harus dipikirkan dengan keras. Karenanya, ia memulai usaha butik tanpa melalui ide yang rumit. "Waktu itu seorang temen perempuan datang ke aku, dia nanya gitu, bajunya lucu, beli dimana? Aku mau dong, tapi pasti gak ada size untuk yang bigsize kayak aku ? Susah banget orang gemuk nyari baju yang modis," katanya menceritakan. 

Hasilnya, Ia berikan jawaban kesanggupan walaupun pertamanya cukup asal, yaitu siap mendesain sendiri dan menjahit sendiri dan siap membuatkannya untuk ukuran teman yang memintanya itu. Jauh dari pemikiran bisnis, ternyata dirinya belum sadar bahwa ini ternyata jadi peluang usaha kedepannya. Wal hasil,benar saja, berangkat dari kesanggupan mendesain sendiri itu untuk temannya, ternyata sampai hari ini, butiknya selalu ramai pesanan jahit custom sarimbit atau untuk di pajang untuk kebutuhan interior butiknya."Berawal dari membuatkan desain pakaian dan di jahit sendiri buat teman, eh ternyata makin kesini malah makin ramai pesanan jahit custom sarimbit itu, " katanya. 

Dily yang juga lulusan Fakultas Hukum universitas Singaperbangsa Karawang ini, menambahkan, bahwa dirinya merintis usaha ini dengan modal yang minim. Sebab,Sebelumnya, ia sempat bekerja dan hanya bertahan beberapa tahun. Bahkan, saat masih di bangku sekolah dan kuliah dulu, selalu menawarkan produk bermodalkan gadget dan katalog. Awalnya, ia kesulitan mencari penjahit yang memang benar-benar mengerti dengan kemauannya, akhirnya, dibantu dari referensi seorang teman, dirinya menemukan penjahit yang cocok. Berawal dari itulah, satu penjahit sekarang sudah bekerja sama dengan beberapa penjahit dan konveksi.

Untuk mempromosikan karyanya."Dulu sempat sulit cari penjahit yang cocok, sekarang sih Alhamdulillah, bareng kecocokan itulah kita sama-sama promosikan karyanya, " ungkapnya.

Ibu tiga anak ini menambahkan, mencapai kesuksesan memiliki butik saja, tentu bukan perkara instan, karena dirinya harus melewati masa-masa yang tidak mudah, seperri banyaknya kesalahan produksi yang membuat dirinya kecewa dan lainnya, tapi setelah usahanya berjalan dua tahun, produknya ini sudah semakin membaik dan banyak pesanan baik dari dalam maupun luar kota, bahkan luar negeri. "Aku juga bangga ini adalah karyaku ternyata banyak disukai di luar ekspektasi, " jelas perempuan berhijab ini. 

Lebih jauh Dulu menambahkan, meskipun sudah manapaki keberhasilan, namun Dily mengaku masih ingin terus belajar mengembangkan produknya. Dia juga terus melebarkan usahanya." Aku di sini masih pengen kalau bentuk tubuh itu tidak menjadi halangan orang untuk menggunakan fashion yang modis, Yang pasti aku pengen semua wanita berlihat cantik baik gemuk ataupun kurus " tandasnya. (Rdi).
Diberdayakan oleh Blogger.