Polri Prediksikan Puncak Arus Mudik H-3

PELITAKARAWANG.COM.- Korlantas Polri memprediksi mudik Lebaran terjadi mulai H-6 Lebaran. Sementara itu, puncak mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran.

"Pergerakan arus lalu lintas yang paling dominan pergerakan mudik adalah H-3, demikian juga pergerakan arus balik adalah H+3," kata Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andry kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (7/5/2019).

"Artinya, di tanggal 31 (Mei) kemudian tanggal 1 (Juni) dan 2 (Juni) adalah menjadi atensi kami semua perangkat operasi. Demikian juga pada saat baliknya tanggal 9 (Juni), 8 (Juni), dan 7 (Juni), adalah juga menjadi atensi kami. Syukur-syukur di tanggal 10 (Juni) itu semua yang bekerja sudah bisa masuk bekerja," tambahnya.

Polri memperkirakan warga mulai mudik pada 30 Mei, sesuai dengan penetapan cuti bersama oleh pemerintah, yang jatuh pada 30 Mei, 1-4 Juni, dan 7 Juni.

Sementara itu, Korlantas Polri memprediksi arus mudik tahun 2019 ini mengalami peningkatan. Peningkatan arus mudik tahun ini diperkirakan hingga 40 persen.

"Di tahun 2019 ini akan terjadi peningkatan 30-40 persen dibandingkan tahun lalu," kata Kakorlatas Polri Irjen Refdi Andri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (7/5/2019).

Mengantisipasi arus mudik ini, Korlantas Polri telah menganalisis dan mengevaluasi kendala-kendala yang terjadi saat mudik Lebaran, salah satunya proyek pembangunan infrastruktur di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk kelancaran mudik tahun ini.

"Kita harus mengambil langkah ini karena, bagaimanapun, pemerintah sudah melakukan berbagai perbaikan dibarengi dengan animo masyarakat yang saya sampaikan tadi, bagaimana langkah yang paling tepat untuk ini. Kita melakukan analisis, evaluasi, perkiraan yang paling tepat untuk saat ini kita lakukan one way pada tanggal tertentu, hari tertentu, dan mungkin jam-jam tertentu pada ruas-ruas tertentu baik pada saat mudik maupun balik," tandasnya. (detik).
Diberdayakan oleh Blogger.