Sabtu, Mei 25, 2019

Progres Pembangunan PLTGU Cilamaya Baru 13 Persen

 

PELITAKARAWANG.COM- Di resmikan dalam acara Groundbaking yang dihadiri langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution Desember 2018 lalu, progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1 di Kecamatan Cilamaya Wetan, baru 13 persen per Mei ini. Mega proyek yang akan suplai listrik berbasis LNG dengan zero emisi itu, ditarget rampung pada 2022 untuk kebutuhan listrik 1.760 MW. 

"Sejak di resmikan Groundbaking Desember lalu, sampai saat ini, progres pembangunan baru sampai 13 persen saja, kalau target mudah- mudahan 2022 selesai, "Kata Externail Affair PT Jawa Satu Power (JSP), Tig Yulianto di sela-sela buka puasa bersama puluhan insan pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Lapak Kopi Karawang, Jumat 24/5. 

Meskipun ditarget rampung 2022 sambungnya, PLTGU yang tidak mengandalkan bahan bakar fosil ini diharapkan bisa selesai lebih cepat, dimana garapannya dilakukan oleh EPC atau kontraktor seperti General Elektrik (GE) Power, Samsung C&T dan PT Meindo. Karenanya, proyek Sutet yang transmisinya ada 118 Sutet yang membentang dari Cilamaya sampai Cibatu Bekasi ini, sedang menggenjot setiap tahapannya, termasuk rekrutmen tenaga kerja lokal yang baru 607 orang per 29 April kemarin sesuai kebutuhan EPC. "Walaupun targetnya 2022, tapi kita harap EPC bisa mengerjakannya lebih cepat, " Katanya.

Lebih jauh Tig menambahkan, Pipa yang membentang puluhan kilometer dari Cilamaya sampai laut Muara dengan Offshore ini,  ternyata sampai ke wilayah laut administrasi Kabupaten Subang, khususnya untuk ploating FSRU yang akan menampung LNG dari Papua. Di lokasi inilah, sebutnya, nanti ada peran dari SKK Migas, termasuk di Cilamaya juga akan ada sentuhan Dirjen Kelistrikan. PLTGU Jawa 1 ini, bisa di chek, merupakan PLTGU satu-satunya yang lokasinya itu di area perkampungan yang banyak sawah, pemukiman, fasilitas pendidikan dan keagamaan dibanding wilayah Project PLTGU lainnya. Sehingga, diakuinya, banyak tantangan tersendiri dalam mengelola kearifan lokal di Cilamaya ini. Oleh karenanya, media ini penting untuk saling tukar pikiran, dan sering bersama untuk kelancaran proyek nasional di Karawang ini. "Banyak tantangan dan kendalanya tersendiri, tapi kita akan selalu komunikasikan, " pungkasnya. (Rdi).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top