Sempat di Guyur Hujan, Wisuda SMK Indonesia Mas Tetap Khidmat

PELITAKARAWANG.COM -.Sebanyak 215 siswa kelas XII SMK Indonesia Mas, di lepas dalam gelaran wisuda angkatan ke 6 di halaman komplek kampusnya, di Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan, Kamis sore 2/5. Walau sempat diguyur hujan deras, tahapan prosesi wisuda para lulusan anyaran itu, berjalan sukses. Mulai prosesi wisuda maupun kreasi seni budaya dan modern dance.
Ketua Panitia pelepasan SMK Indonesia Mas, Ayip Saepudin mengatakan, sebanyak 215 siswa di lepas, baik dari SMK Indonesia Mas 1  maupun SMK Indonesia Mas 2, menyusulmasa dan tahapan program pembelajaran mereka di SMK ini, seperti Try out sampai UNBK. Kegiatan ini terselenggara, berdasarkan hasil kesepakatan antara siswa, pihak sekolah dan orangtua. Kebetulan, acara ini bertepatan dengan 2 Mei yang juga hari pendidikan nasional, sehingga ini menjadi momen penting bagi para siswa kelas XII yang akan lulus, agar bisa terus semangat berpendidikan di usia-usia muda seperti saat ini. Jangan pernah puas, sebut Ayip, dengan ilmu yang sudah di dapatkan. "Semoga, langkah dan cita-cita kalian, bisa selalu berkah sesudahnya mengenyam pendidikan di SMK yang jadi tempat almamater kalian belajar, " katanya.


Mulyadi Rusmianto, Kepala SMK Indonesia Mas mengatakan, sekolah ini baru meluluskan 6 angkatan. Boleh dikata, SMK yang berlokasi di Cipancuh ini paling bontot di Cilamaya. Tapi soal prestasi, pihaknya yang terbaik. Termasuk juga, pada bulan Mei ini, SMK Indonesia Mas, siap memberangkatkan 28 lulusannya bekerja di perusahaan Elektronik di Malaysia dengan gaji dan tunjangan tinggi. Mereka, tidak perlu tandatangan kontrak di Malaysia, tapi langsung di fasilitasi di sekolah dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang. Bahkan, SMK Indonesia Mas ini, sudah jadi kantor unit untuk pegawai migran ke Malaysia. Tidak itu saja, sambungnya, pihaknya juga sudah kerjasama dengan 8 perusahaan dan di tawari kuliah sambil kerja di Jepang dan Taiwan. Untuk itu, ia berharap doa dan dukungan dari para orangtua, agar bisa terus memfasilitasi anak-anaknya sukses saat sudah di dunia kerja baik dalam maupun luar negeri."Ada 28 lulusan yang siap jadi pekerja migran nanti di Malaysia, selebihnya juga ada yang akan kuliah sambil kerja di Jepang dan Taiwan, " ujarnya. 

Mulyadi menambahkan, tidak harus semua lulusan masuk industri, karena peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja juga bisa dilakukan jika ada kemauan dan semangat. Pelepasan, sebutnya, bukan akhir dari pembelajaran, tapi awal belajar sesungguhnya di tengah masyarakat, oleh karena itu, jangan putus semangat di usia produktif, kejarlah cita-cita dan harapan kalian untuk masa depan yang lebih baik. "Pelepasan bukan akhir segalanya, perjalanan kalian masih panjang. Jadi bekali diri dengan semangat dan optimisme, " pesannya. (Rdi).
Diberdayakan oleh Blogger.