Sabtu, Mei 25, 2019

SMK PGRI Telagasari Siapkan Kelas Industri

 

PELITAKARAWANG.COM-.SMK PGRI Telagasari, ancang-ancang menyiapkan kelas khusus industri bagi siswa kelas X. Kelas terbatas yang merupakan amanah dari SK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini, tidak disia-siakan pihak sekolah untuk di tawarkan kepada orangtua/wali murid dan melakukan seleksi khusus bagi siswa yang memenuhi syarat. 

Wakasek Dunia Usaha dan Industri SMK PGRI Telagasari Yan Yan Sopyan ST mengatakan, pihaknya baru menerima ratusan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 ini. Hasil perangkingan, ada 1 - 100 siswa yang dianggap memenuhi syarat masuk kelas industri yang baru di berlakukan tahun ini dibeberapa sekolah. Dari jumlah itu, rencananya masih akan ada yang terdegradasi,karena selain di tawarkan kepada orangtua/wali murid,para siswa akan di seleksi lagi, mengingat yang di butuhkan adalah 3 kelas dengan skala perkelasnya 36 siswa.Seleksi itu,dilakukan oleh konsultan,karena guru di kelas industri ini, di format menggarap 1 : 12 siswa, 1 alat 1 siswa dan menyiapkan pesertanya jadi operator atau pelaksana, bukan helper yang membantu karyawan saat PKL. "Teknik Permesinan (TP) 2 kelas dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 1 kelas, akan dibuka persiapannya. Sekarang kita sosialisasikan dulu kelas industri ini kepada para orangtua siswa, "katanya.

Berbeda dengan kelas reguler pada umumnya yang boleh 40 -42 orang persiswa, kelas industri ini harus 36. Dimana siswa belajar dengan kurikulum khusus kelas Industri perblok, baik teori maupun prakteknya. Para siswa, sebut Yan Yan, harus menggunakan pakaian sesuai pakaian industri, karena mereka nanti di bina baik oleh dari sekolah maupun perusahaan. 

Anak akan lebih banyak praktikum, bahkan prakteknya juga tidak asal,  karena mereka harus dituntut mampu jadi benda asli tuntas jadi produk, bukan sebatas praktek belajar. "Namanya juga kelas khusus, jadi jelas praktikum dan tuntutannya berbeda, " ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI Telagasari Drs H Cecep Jalaludin mengatakan, sosialisasi kelas industri ini juga jadi ajang penawaran kepada orangtua/wali murid, mau masuk kelas ini atau tidak. Karena, dalam seleksi masuk, anak-anaknya yang lolos ini, adalah merupakan anak pilihan yang di saring berdasarkan ranking Matematika dasar, fisik, warna, Baca Qur'an,dan interview. Kemudian jika ditanya apakah kelas industri ini menjamin anak saat keluar bisa masuk kerja, ia dengan tegas menyatakan tidak. Tapi, peluang masuk dunia kerja, jauh lebih tinggi dibanding siswa yang bukan di kelas industri ini. "Kita hanya menawarkan, karena anak-anak ini adalah siswa pilihan, mau masuk silahkan tidak juga tidak memaksa, "ungkapnya. (Rdi).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top