Rabu, Mei 29, 2019

Tanpa Perdes, Jatah Biaya Nikah Jadi "Pungli"

 

PELITAKARAWANG.COM-Biaya Nikah bagi mempelai di Kantor Urusan Agama (KUA) Rp600 ribu. Dari jumlah itu, semuanya masuk kas negara. Adapun kelebihannya, sebatas menjalankan adat ketimuran selama dalam batas wajar yang biasanya menjadi Rp 1 - 1,2 juta saat menikah di luar kantor KUA tanpa paksaan pada keluarga mempelai. Namun, jarang ada yang tahu, bahwa biaya nikah ternyata ada jatah kepada pemerintahan desa tuan rumah Rp150 ribu, namun jumlah ini belum diatur dalam Peraturan Desa (Perdes).

Ustad Satibi, Badan Pelaksana penasihatan pembinaan dan pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Lemahabang mengatakan, biaya nikah yang diatur UU, hanya Rp600 ribu berikut mendapat cinderamata dan piagam penyuluhan mempelai. Dari jumlah itu, semuanya masuk ke kas negara sebelum akhirnya kembali beberapa persennya untuk operasional KUA. Hanya saja, sejauh ini, banyak yang mempersepsikan bahwa biaya nikah itu mahal, padahal pihak KUA maupun Amil tidak pernahemberikan paksaan melebihi biaya tersebut, cuma, karena ada budaya ketimuran, biasanya total biaya itu, di lebihkan oleh keluarga mempelai sendiri, yaitu sampai Rp1 - 1,2 juta, bukan di banderol oleh KUA atau Amil, sebab, biaya nikah mencapai Rp1,2 juta saja, Amil belum tentu juga mendapat bagian dari biaya nikah tersebut. "Biaya nikah sih Rp600 ribu. Kalaupun melebihkan, itu datang dari keluarga mempelai sendiri yang mungkin mengedepankan adat ke timurannnya, "katanya. 

Satibi menambahkan, setiap kali menikahkan, di sana ada bagian buat desa yang jadi tuan rumah, yaitu Rp150 ribu yang masuk ke bagian kesra. Sayangnya, belum ada satupun desa yang mengeluarkan Perdes kaitan jatah tersebut, padahal, kalau ada payung hukumnya, tujuannya jelas dan legalitas juga baik, sehingga timbal balik perlindungan mempelai pernikahan juga terjamin oleh desa. Dengan kata lain, jika tanpa Perdes, bagian Rp150 ribu itu, bisa disebut pungli. "Justru kita pertanyakan, kenapa desa tidak berani buat Perdes, kalau bagian itu ada terus, bisa kategori pungli loh, " pungkasnya. (Rdi).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

KABAR KRIMINAL

BERITA TERBARU

Back to Top