Selasa, Mei 07, 2019

Warga Pulomulya Karawang Pasang Spanduk Protes di Kantor Desa

 

PELITAKARAWANG.COM-.Banyak cara meluapkan kekecewaan dan menagih janji pembangunan, ada yang melalui musyawarah, dialog bareng BPD maupun demonstrasi. Seperti yang dilakukan oknum pemuda di Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang, Selasa 7/5. Di duga karena tak kunjung realiasi sarana prasarana yang mewadahi kalangan anak muda, spanduk bertuliskan luapan kekecewaan dan cenderung menagih janji sang Kades, di pasang membentang di pagar kantor desa. 
Di konfirmasi, Kades Pulomulya Odang Akrab mengaku, pagi-pagi dirinya belum hapal ada spanduk bertuliskan protes terhadap pemerintahannya itu di pagar balai desa. Kalau memang, protes itu di tujukan akibat belum di bangunkan sarana prasarana pemuda, Odang tidak menampiknya, karena memang belum dianggarkan untuk alokasi lapangan olahraga. Sebab, dirinya masih mencari-cari tempatnya yang sejauh ini masih belum ada, begitupun izin prinsipnya belum tuntas. "Memang belum di anggarkan lapang mah, dimana tempatnya ? , "Tanyanya.

Odang menambahkan, dirinya siap kapanpun dibangunkan, bahkan dengan dana pribadinya sekalipun kalau memang tempatnya sudah ada, karena sejauh ini memang belum realisasi itu, akibat tempatnya yang belum ada dan bahkan belum di bebaskan."Sok bae mangga ada tempatnya mah, jangankan nanti, sekarang juga saya siap bangunkan pake anggaran pribadi sekalipun, " tandasnya.

Kemudian soal protes di sebut lambat pembangunan, Odang menyebut, mungkin sebagian masyarakat menilai desa lain sudah cair, Pulomulya belum, padahal keduanya hanya beberapa Minggu saja, jadi selama belum ada pencairan, apa yang mau dibangunkan. Bahkan, jangankan fisik, honor para pegawai saja sejak awal tahun belum ada yang turun."Duit dari Pemkab itu belum turun, jadi apa yang mau dibangunkan, honor pegawai saja masih belum ada sampai saat ini, " ujarnya.

Lebih dari itu, spanduk juga menyinggung mobil operasional desa dibiarkan, sementara tournamen voli selalu di fasilitasi, ia tegaskan bahwa memberi akomodasi para atlet itu menggunakan uang pribadinya untuk memeriahkan hiburan olahraga kepada pemuda desa alakadarnya. Masa iya, para atlet ini bertanding dengan lawan dari desa lainnya, tidak di sokong fasilitas olehnya. Karenanya, apapun persoalan yang ada di desa, ia harapkan bisa di konsultasikan dengan baik, bisa melalui rapat Minggon, maupun kegiatan lainnya. Bisa langsung ke BPD, atau terhadapnya."Kalau untuk atlet voli, itu semua fasilitas saya ambil dari uang pribadi pak, " katanya.Menyikapi spanduk itu, sebut Odang, ia tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu, tapi akan mencari tahu dan mencopotnya lagi. Ia pastikan, akan menemui kalangan pemuda dan masyarakat, kaitan maksud dari pernyataan itu, janji apa yang belum di penuhi kepada pemuda dan masyarakat, kemudian apa alasannya. "Musyawarah kan lebih baik, kita akan copot dan menanyakan janji apa yang gak di penuhi, "pungkasnya. (Rdi).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top