Jadi Korban Penyiksaan di Malaysia, TKI Ciwulan Berhasil Pulang

PELITAKARAWANG.COM-Dedeh Ratnasari (38), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Ciwulan Kecamatan Telagasari Karawang,  yang menjadi korban penyiksaan agen di Malaysia berhasil dipulangkan ke kampung halamannya, Kamis 27/6.

Menurut keterangan aktivis Migrant CARE Malaysia, Zana Amir, Dedeh dipulangkan dan berhasil mendapat hak-haknya setelah selama dua bulan lebih Migrant CARE bersama KBRI Kuala Lumpur secara intens melakukan pendampingan dan mengupayakan penyelesaian kasusnya. 

"Jadi,Bu Dedeh ini masih berada di rumah agen. Belum berada di rumah majikan. Tapi sudah mendapat perlakuan tidak manusiawi. Alhamdulillah hari ini bisa dipulangkan dengan membawa hak-haknya,” katanya. 

Lebih lanjut Zana menjelaskan, Dedeh berangkat ke Malaysia pada 16 Maret 2019 melalui PT PDP yang berkantor di Bogor, Jawa Barat. Namun, kata Zana, pihak PT memberangkatkan Dedeh secara non-prosedural karena tanpa ada pelatihan, tidak ada Perjanjian Penempatan dan Perjanjian Kerja, bahkan masuk ke Malaysia menggunakan visa turis. "Sesampainya di Malaysia,Bu Dedeh diperlakukan tidak manusiawi oleh agen.Beliau mengaku sering dipukul, ditendang dan diinjak-injak, bahkan dipaksa minum air perasan kain pel,” kata Zana.


Karena tidak tahan dengan perlakuan agen yang biadab tersebut, lanjut Zana, pada 1 April 2019, Dedeh nekat melarikan diri dari rumah agen dan ditolong oleh seorang WNI asal Cilacap. Selama beberapa hari, Dedeh menumpang di rumah sewa WNI asal Cilacap tersebut dan menghubungi keluarganya di Ciwulan, Karawang. Pihak keluarga akhirnya membuat pengaduan ke Disnaker Karawang dan Migrant CARE Indonesia.  " Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Migrant CARE Malaysia terus berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur melakukan pendampingan dan berhasil memperjuangkan hak gaji Bu Dedeh terhitung sejak tanggal keberangkatan ke Malaysia berikut uang transport hingga ke kampung halaman senilai sekitar Rp 12 juta,” jelas Zana.

Sementara Koordinator Divisi Bantuan Hukum Migrant CARE, Nur Harsono mengatakan, meskipun beberapa haknya sudah terpenuhi, Migrant CARE tetap mendorong Kemnaker untuk melakukan investigasi terhadap pihak-pihak terkait yang diduga melakukan proses pemberangkatan Dedeh secara non-prosedural. Kemnaker, kata Nur Harsono,perlu mengevaluasi dokumen kerjasama penempatan antara PT PDP dengan mitra kerjanya di Malaysia. Kemnaker, BNP2TKI, dan Disnaker Karawang harus memberikan dukungan pemberdayaan bagi Dedeh dan keluarganya."Lebih dari itu, Atase Ketenagakerjaan KBRI Kuala Lumpur juga harus melaporkan ke pihak berwenang di Malaysia agensi yang terlibat dalam perekrutan dan penempatan Dedeh,” tegas Nur Harsono. 

Terpisah, Disnaker Karawang bersama Kades Ciwulan, Asep Tarwan melakukan penandatanganan serah terima TKI tersebut Kamis 27/6 kemarin. Disaksikan pejabat BPNP2TKI dan keluarga korban dari Dedeh Ratnasari. (Rdi/BMI)
Diberdayakan oleh Blogger.