Tuntaskan DD Tahap 1, Desa Lemahmukti Garap Drainase 697 Meter

PELITAKARAWANG.COM. - Desa Lemahmukti Kecamatan Lemahabang, di guyur Dana Desa total Rp 1,27 Milyar ditahun anggaran 2019 ini. Desa perbatasan Kecamatan Lemahabang - Tempuran itu, sudah menuntaskan garapan 697 meter infrastruktur TPT dan Drainase dari tahap pertama yang di guyur Rp 255 juta. 


Kades Lemahmukti, H Damung mengatakan, belum genap setahun menjabat, dirinya harus berkomitmen merealisasikan infrastruktur yang di amanahkan pemerintah kepada desanya. Bayangkan, tahun ini, Dana Desa (APBN) yang akan mengguyur Desa Lemahmukti ini nominalnya cukup tinggi, yaitu Rp 1,27 Milyar tahun 2019. Sepanjang Juni ini, pihaknya baru menerima dana desa tahap 1 dengan jumlah Rp 255 juta yang semuanya dibangunkan fisik TPT dan Drainase sepanjang 698,9 meter yang terdiri dari Dusun Krajan 1 panjang 316,1 meter, Dusun Gebang Carang Panjang (Timur - Barat) 250,8 meter dan Selatan - Utara 132 meter. "Baru turun satu tahap, kita sudah tuntaskan dan membuat SPJ untuk kemudian pengajuan lagi tahap 2, " Katanya.
Damung menambahkan, tahap 2 nanti, dana yang akan turun di perkirakan sebesar Rp511 juta yang akan di distribusikan untuk pembangunan jalan setapak di dusun Krajan 2,  Dusun Gebangcaranng arah makam keramat dan revitalisasi posyandu. Semua pembangunan yang dilakukan, sebutnya, masih banyak PR, karena di Lemahmukti ini masih banyak akses jalan yang kurang baik, drainase yang belum tertata hingga sarana fisik lainnya yang harus di kerjakan ditahun-tahun mendatang, baik dari Dana Desa, BanGub maulun Aspirasi DPRD. " Tahap 2 juga terbatas, kita berupaya terus menuntaskan sarana fisik di Desa, sehingga asas pemerataan bisa di rasakan masyarakat, " ungkapnya. 

Selain fisik, sambung Damung, pekerjaan yang dilakukan di Desa Lemahmukti ini dijamin menggunakan tenaga kerja lokal, artinya tidak di borongkan kepada pekerja di luar desa, karena pihaknya ingin memberdayakan ekonomi juga bersama masyarakat sekitar sambil terus memantau kualitas pekerjaan agar baik dan lancar . "Semua pekerjaan kita jamin menggunakan tenaga kerja lokal, gak ada yang dari luar. Karena, kita ingin berdayakan masyarakat desa kita sendiri, " pungkasnya . (Rdi)
Diberdayakan oleh Blogger.