Kamis, Juli 11, 2019

Buchori : Tiket Masuk Wisata Mangrove Dengan Sampah

 

PELITAKARAWANG.COM - Sampah, jadi persoalan menggunung bagi wilayah pesisir. Akibat perilaku buang sampah sembarangan di wilayah hulu, kawasan pesisir harus putar otak mencari formulasi ditengah tuntutan jadi kawasan wisata bahari. Salah satunya, pantai Tangkolak Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan yang sedang mengintegrasikan wisata baharinya. 

Kades Sukakerta, H Bukhori mengatakan, persoalan kebersihan selalu jadi masalah bagi wilayah pesisir. Karena, wilayah hilir identik dengan banyak sampah. Meskipun merasa di pusingkan dengan sampah yang selalu berserakan, dirinya berupaya mencari formulasi pengelolaan sampah agar pantai dam hutan mangrove yang sudah di kunjungi 20.300 wisatawan sepanjang Januari - Juli ini selalu bersih. Maka, sebutnya, ia berlakukan tiket masuk pengunjung ke wisata Tangkolak ini dengan sampah. Yaitu, bagaimana mereka datang ke tempat wisata, bisa ikut bagian memunguti sampah di lokasi wisata dan di serahkan kepada pengelola, ditimbang dan di nilai rupiahkan. "Sampah itu bikin pusing di pesisir, kita upayakan formulasi pengunjung Tangkolak ini masuk dengan tiket sampah, " katanya. 

Bukhori menambahkan, pengunjung datang bukan bawa sampah, tapi mereka di berdayakan masuk ke kawasan wisata selain liburan juga bisa memunguti sampah yang kemudian di rupiahkan di pengelola. Bahkan, pulang dari lokasi wisata, bisa bawa uang dari hasil timbangan sampah itu. Jika sampah terkumpul, baik organik maupun non organik maka sampahnya ini bisa di daur ulang untuk pupuk organik atau juga kerajinan lainnya.

Bahkan, dengan begitu, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat juga ikut terbantu. "Sampah yang di kumpulkan itu bisa di daur ulang, baik jadi pupuk organik atau kerajinan, ini kan jadi sumber pemberdayaan masyarakat setempat juga, " katanya. 

Lebih dari itu, konsep wisata terintegrasi antara wisata mangrove, diving, snorkling dan galeri Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) ini semakin dikenal oleh masyarakat. Diharapkan, juga bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat nelayan pesisir dengan keberadaan wisata terintegrasi ini. " Konsep wisata ini terintegrasi, semoga bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat nelayan di sini, "harapnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top