Selasa, Juli 09, 2019

Kades - kades di Lemahabang Masih "Cueki" Kampung KB

 

PELITAKARAWANG.COM - Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana berhasil mendapati penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Jokowi baru-baru ini. Cellica, menjadi satu-satunya Bupati di Jawa Barat yang dianggap sukses dalam pengendalian program KB lewat anggaran dan kelembagaan. 

Namun faktanya, daya dukung pengembangan Kampung KB di desa-desa, masih di cueki sejumlah Kades, buktinya, saat program Kampung KB di gulirkan setiap tahun, pos anggaran dari Dana Desa khususnya di Kecamatan Lemahabang yang tidak ada satupun fisik sekretariat Kampung KB berhasil di bangun. 

Penyuluh KB Kecamatan Lemahabang, David Agustin mengaku, program kampung KB yang merupakan perwujudan dari Nawa Cita Presiden, sudah berjalan di Lemahabang. Tahun ini, sudah ada 5 kampung KB berdiri, antara ini di Desa Ciwaringin, Waringinkarya, Pulomulya, Pasirtanjung dan Karangtanjung. 

Sayangnya, semua kampung KB yang ada, hanya bisa berkegiatan nebeng di bangunan rumah orang dan kader-kader KB di lapangan. Bahkan, saat acara gebyar Paten, Bupati yang biasanya mengagendakan peresmian fisik bangunan kampung KB, di Kecamatan Lemahabang tidak ada satupun yang di resmikan, karena memang semua belum memiliki bangunan sekretariatnya. Padahal, TO di desa lain di luar Kecamatan Lemahabang, pos-pos anggaran dari Dana Desa bergulir, sehingga setiap tahun ada program kampung KB, mereka mampu membangun sekretariat permanen. "Program kampung KB ada, tapi kalau sekretariatnya belum ada satupun yang permanen, karena ada kegiatan saja kita mah nebeng, " Katanya.

Kepala Satuan Pelayanan KB Kecamatan Lemahabang, A Sanusi mengatakan, pihaknya bersama penyuluh KB berulangkali mensosialisasikan kampung KB dan meminta dukungan untuk pembangunan fisik kampung KB yang dialokasikan dari Dana Desa. Sebab, kalau dari DBH PDRD, besaran Rp5 juta itu alokasinya untuk operasional kegiatan KB. Dalam membangun sekretariat Kampung KB, sebutnya pihaknya cukup di alokasikan Rp10 - 15 jutaan agar bisa permanen untuk berkegiatan lintas sektor. Namun sayangnya, kampung KB yang sudah terbentuk 5 unit di 5 Desa, belum ada satupun yang memiliki sekretariat permanen. "Kita berharap perhatian alokasi dari Dana Desa ini sudah lama, tapi sampai saat ini belum satupun yang memberikan ruang pos anggaran itu, " ujarnya. 

Pendamping Desa Kecamatan Lemahabang, Ganda Sasmita mengatakan, sepanjang yang ia tahu, pos anggaran Dana Desa untuk bagian kesehatan, rata-rata di alokasikan ke Posyandu yang besarannya Rp30 jutaan setiap tahun Perdesa. Dirinya balik mempertanyakan, apakah nanti bisa dibagi dua ditahun depan? Karena, untuk pos tahun ini, sama sekali tidak ada pos kampung KB dari Dana Desa di Kecamatan Lemahabang. Atas saran ini, pihaknya akan berupaya mendorong para Kades kiranya bisa mewujudkan sarana fisik kampung KB ditahun depan. "Kta akan upayakan, paling di pos anggaran tahun depan, " pungkasnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top