Payah, Data Stunting Banyak Kontra di Lapangan

PELITAKARAWANG.COM - Bertambahnya data desa kasus standing hingga tiga kali lipat dibanding tahun 2018 yang hanya terjadi 12 desa, membuat para Kepala Puskesmas melacak ulang kebenaran kasus Stunting atau kerdil itu di lapangan. Hasilnya, data-data yang dirilis software Dinas Kesehatan (Dinkes) hasil input para bidan desa itu, janggal, mengingat, anak dengan kurang gizi masih saja di input dan di laporkan Stunting. 

Kepala Puskesmas Telagasari, Asep Saepul Bahri misalnya, dalam data terbaru, kabarnya ada 1 desa terdapat stunting yaitu Desa Cilewo, tapi setelah dilakukan pelacakan balita tersebut tidak termasuk kategori stunting, itu karena ada kesalahan input data penimbangannya oleh bidan desa, sehingga masuk data stunting. Yang lebih tidak jelas lagi bidan desanya juga kadang suka nembak angka hasil penimbangan . "Kemarin saya brieafing dengan bidan desanya dan minta ditunjukkan dimana saja kasusnya ternyata tidak ada," keluhnya.

Sampai saat ini, pihak puskesmas sedang terus melakukan  pelacakan ke lapangan "Rata-rata yang ditemui itu yang kurang gizi, bukan Stunting, " katanya. (Rdi)
Diberdayakan oleh Blogger.