SMA Negeri Kurang Siswa, Ini Pengaruhnya

PELITAKARAWANG.COM- SMA Negeri yang biasa membuang kelebihan siswa, justru kekurangan selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ini. Selain mulai banyak yang merambah sekolah berbasis kejuruan seperti SMK, kurangnya sosialisasi membuat sekolah berbasis negeri ini juga menjadi indikator minimnya peminat. 

Kepala SMAN 1 Lemahabang, Hj Lilis Saidah MM mengaku, pihaknya hanya mampu menerima 244 siswa, jumlah ini masih jauh dari kuota yang dibutuhkan. Entah apa yang menjadi indikatornya, yang jelas pihaknya kekurangan siswa. Sehingga, ikut berdampak pada jam mengajar guru, khususnya honorer. Bahkan, bisa berdampak jadi kelebihan guru honorer. "Ikut berdampak pada jam mengajar guru, ada yang berkurang. Bahkan, jadi kelebihan guru, "katanya. 

Kepala SMAN 1 Cilamaya, R Eman Sulaeman M.Pd mengatakan, idealnya saat PPDB pihaknya bisa menerima 12 Rombel, namun hanya bisa menerima 360 siswa atau 10 Rombel. Biasanya, setiap tahun ada yang terdegradasi atau membuang kelebihan siswa, namun kali ini, justru kurang. Di lapangan sambung Eman, kurangnya siswa, belum banyak berpengaruh terhadap manajemen sekolah, baik guru yang kekurangan jam mengajar, maupun resign."Kalau kita memang belum ada dampak signifikan walaupun jumlah siswa kurang, " katanya. 

Faktor minimnya lulusan SMP/Mts masuk SMA Negeri, mungkin akibat kurangnya sosialisasi juga waktu pendaftarannya yang mepet. Sementara SMK Swasta, justru membuka pendaftaran lebih awal. Meskipun demikian, sekolah swasta tetap terhubung sistemnya, hanya saja, yang ia rasakan, pihak Swasta kurang berkoordinasi saja soal analisis daya tampung. "Orangtua dan siswa kebanyakan memburu SMK yang memang berharap langsung siap kerja, tapi ingat juga bahwa lulusan SMK justru penyumbang pengangguran yang cukup besar, " pungkasnya. (Rdi)
Diberdayakan oleh Blogger.