Rabu, Agustus 14, 2019

Besok IP2KKB Gelar Seminar Kependudukan di Aula Unsika

 

PELITAKARAWANG.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang melalui Ikatan Penulis Pemerhati Kependudukan dan Keluarga Berencana (IP2KKB) menggelar seminar kependudukan yang diselenggarakan Kamis, 15 Agustus 2019 di Aula Unsika Karawang.

Seminar tersebut kerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dengan peserta mahasiswa, organisasi kepemudaan, kemahasiswaan,organisasi wartawan, kader KB, IPeKB, Imaka serta organisasi lainnya.

"Seminar ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga," kata Ujang Gugun, Ketua IP2KKB Karawang.

Ia mengatakan seminar ini mengangkat tema Menatap Bonus Demografi dan Tantangan Kota Uban Masa Depan. Bukan tanpa dasar, seminar ini pihaknya angkat sebagi diskursus yang penting dimana wacana pemanfaatan bonus demografi agar dapat linier terhadap kebijakan pembangunan di daerah. 

"Dalam tema yang kami angkat Ada redaksi Menatap disana. Menurut saya redaksi menatap ini bisa diinterpretasikan dalam 3 kategori. Pertama Tatapan Kosong, yakni tatapan yang sayu penuh prustasi dan depresi bak tatapan seorang pemuda yang putus cinta Kedua Tatapan  Khawatir, yakni tatapan yang ngeri penuh ketakutan dan kegelisahan bak tatapan seorang pemuda yang Kawin muda akibat MBA seperti dalam film (2 garis biru) Ketiga Tatapan Optimisme, tatapan yang penuh kepercayaan diri, bersemangat dan ceria bak tatapan seorang pemuda yang diterim dengan bangga oleh calon mertua," kata Gugun.

"Begitulah mendefinisikan tatapan apa yang dipilih oleh para pemangku kebijakan kedepan. Apakah tatapan kosong? Tatapan Khawatir ? Tatapan Optimisme," ungkapnya.

Berbicara program KB tentu masyarakat sudah tidak asing lagi. Program yang telah dirintis sejak Orde Baru ini telah membuahkan hasil. Apa parameternya ?  yakni membuat paradigma sebagian besar masyarakat kita secara sadar, tanpa paksaan, mau ikut secara sukarela dalam program ini dan meyakini sebuah slogan yang kuat bahwa 2 Anak saja Cukup. Tidak Asing ya dalam mindset kita. 2 Anak Cukup. Apa? bisa diulang? 2 Anak, Cukup.

"Slogan ini bahkan sudah menjadi keyakinan yang secara medis pun dapat dipertanggungjawabkan. Saya sekedar ingin bertanya pada peserta yang hadir disini. Khsusnya bagi rekan para pemuda yang hadir disini. Jika nanti menikah kira2 mau punya anak berapa?" tambahnya.

Jawaban tadi sudah bisa membuktikan bahwa program KB telah berhasil. Lantas apakah ketika program ini sudah berhasil lalu Institusi pengelola program KB mesti dihapus. Tentu jawabannya tidak. 

Justru dampak dari keberhasilan program tersebut membuat komposisi penduduk Indonesia menjadi seperti gentong. Akibat usia harapan hidup diperpanjang dan angka kelahiran ditekan. 

Maka paka menjadi gemuk ditengah seperti gentong. Dimana usia produktif sangat besar. Inilah yang disebut Bonus Demografi (dalam tatapan optimis) Data BPS 2018 menyebutkan angkanya mencapai 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun). Dan jumlah generasi millennial berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, setara dengan 63,4 juta.  

"Sementara Data BPS Karawang 2016, angka jumlah penduduk usia milenial berusia 20-35 tahun mencapai 603, 811 ribu jiwa atau mencapai 26 persen dari 2,29 Juta Jiwa," jelasnya.


Lalu apa kaitannya dengan Kota urban? 

Dari sisi kriteria Kab.Karawang sudah masuk dalam kriteria kota metropolitan. Yakni kota yang memiliki minimal 1 juta penduduk. Memiliki kawasan inti perkotaan dan kawasan bisnis yang terintegrasi dengan sistem jaringan prasarana kewilayahan. (UU. 26 2017).

Melalui integrasi proyek Kereta Cepat. Kota ini diproyeksi menjadi bagian tak terpisahkan dari proyek kota megapolitan Jakarta, Karawang, Bandung. Belum lagi proses Industrialisasi terus datang di Kota ini. Bahkan menjadi kabupaten dengan nilai investasi terbesar di Jawa Barat. Tentu ini menjadi magnet kuat para urban datang baik dari desa maupun kabupaten lainnya.

Maka menyebut Kabupaten Karawang dalam proyeksi 10 hingga 15 tahun kedepan menjadi kota urban tidak diragukan lagi. Pemkab Karawang sendiri melalui Disdukcatpil mencatat lonjakan arus urbanisasi secara signifikan terjadi tiga tahun lalu. pada 2016 tercatat sekitar 30 ribu pendatang tinggal di Karawang. Pada 2017 angkanya meningkat menjadi 31 ribu. Sedangkan pada 2018, sekitar 35 orang datang ke Karawang.

Maka alih fungsi lahan di daerah dekat Industri pasti terjadi dan konsentrasi penduduk akan terpusat di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Klari, Cikampek, Karawang Barat, Karawang Timur dan Telukjambe Timur-Barat dan Ciampel.

Pemerintah Daerah tentunya tak punya kewenangan untuk membendung apalagi melarang pendatang karena setiap warga Negara berhak atas pekerjaan sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Tantangannya kemudian sejauh mana masyarakat Karawang dan pemerintah daerah dapat mempertimbangkan aspek perubahan demografis tersebut dalam konsep pembangunan yang terintegrasi. 

Adanya  program seminar kependudukan menjadi salah satu ikhtiar Kami dalam upaya pengarusutamaan role model pembangunan berbasis kependudukan (people center developent) di Kabupaten Karawang. Masyarakat perlu wawasan kependudukan, sedangkan pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi pembangunan yang inovatif agar tantangan sebagai kota urban di masa depan dapat teratasi. 

Pertimbangan kebijakan berdasarkan kondisi kependudukan baik dari aspek mobilitas, kuantitas, kualitas, dan administrasi menjadi urgen kedepannya 

Bapak/Ibu dan hadirin yang saya muliakan, Sebagai upaya terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya program KKBPK  Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan salah satu program prioritas DPPKB Karawang, yaitu pembentukan, pengembangan, dan intensifikasi Kampung KB. 

Pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut agar program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan di seluruh Kabupaten Karawang. 

Kampung KB harus dapat diimplementasikan sebagai salah satu kegiatan inovatif di lini lapangan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat dengan intervensi dari berbagai kegiatan lintas sector SKPD. Kampung KB tidak akan diisi dengan kegiatan-kegiatan program KKBPK saja, tetapi juga harus diintervensi berbagai kegiatan prioritas sektor lain (misalnya sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan, dan peternakan, kelautan dan perikanan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat ) yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi Kampung KB. Berbagai kegiatan prioritas yang dilaksanakan di kampung KB tersebut harus melibatkan seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan, serta partisipasi aktif masyarakat di lokasi Kampung KB itu sendiri. 

Oleh Karena itu, Kampung KB harus diintervensi secara holistik dan integratif oleh lintas sector secara bersama-sama dengan berlandaskan gotong royong. Melalui Seminar ini pun saya mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk bergerak mengisi kampung-kampung KB yang telah dibentuk menjadi sara empowerment masyarakat. 

Akhirnya, dengan ini kami memohon pada narasumber agar memberikan pencerahan melalui seminar ini dan Ibu bupati dapat membuka acara ini secara resmi. (cim)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top