Sabtu, Agustus 17, 2019

Komunitas Tanpa Nama "Bongkar" Pesan Tradisi yang Terlupakan

 

PELITAKARAWANG.COM - Eksis selama 7 tahun terakhir, puluhan pemuda dan pelajar yang tergabung dalam komunitas tanpa nama di Kecamatan Lemahabang, 
kembali suguhkan pesan kearifan lokal dan kebiasaan masyarakat lawas jelang pelaksanaan Upacara HUT RI ke 74, Sabtu (17/8). Selain ekplorasi hoby dan hiburan, komunitas ini juga memberi pesan lewat suguhan beragam tema tradisional itu agar "menolak lupa". 

Sutradara Komunitas Tanpa Nama, Yusuf Adriana atau yang akrab disapa Mamang mengatakan, sejak 2013 eksis dari SMPN 1 Lemahabang, sampai saat ini berlanjut mengekspresikan diri di setiap momen penting. Salah satunya, seperti teater, pantomim hingga ekplorasi simbolik kebiasaan sederhana tempo dulu. Kebetulan, pihaknya yang beranggotakan 20 orang ini, kembali suguhkan kreasi jelang upacara bendera di mulai di Kecamatan Lemahabang. "Tema yang kita angkat itu adalahmenolak lupa dan mempertimbangkan tradisi lewat pembahasan dan pesan sederhana," katanya. 

Dewasa ini, sambung Mamang, anak-anak sudah doyan gedget dan lupa permainan Kalimantan budak lembur yang sudah mulai terlupakan seiring tingginya perkembangan internet. Jadi, anak muda ini ingin melihat kondisi seperti seperti dulu, agar menjadi pesan tersendiri kepada anak-anak dan masyarakat saat ini, seperti permainan congklak, panggal, layangan hingga egrang. "Kita sampaikan lewat suguhan anak-anak ini, bahwa dunia tradisional itu mengasyikan, " katanya. 

Pemuda asal Desa Karyamukti ini menambahkan, membuat beragam aksesoris dan atribut penunjangnya ini butuh waktu 19 hari dengan anggaran hasil ngencleng. Tak tanggung-tanggung, guna menampilkan hasil maksimal, para anggota komunitas ini berdandan sesuai proporsinya sejak pagi buta. Diharapkan, lewat suguhan yang di tampilkan masyarakat bisa menyaksikan dan mempertimbangkan tradisinya agar tetap lestari. Sederhananya, permainan game di kalangan pelajar dan pemuda jangan jadi candu, meskipun ada yang sudah tersentralisasi. "Kita harap, masyarakat bisa mempertimbangkan tradisinya ini, lewat pesan yang kita sampaikan oleh anggota komunitas, " pungkasnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top