Kamis, Agustus 15, 2019

Pengaturan Air Tak Menentu, Petani Rawagempol Wetan Tunda Pengolahan

 

Pelitakarawang.com - Pengaturan sistem golongan air untuk pesawahan jadi tidak teratur. Dampaknya, pasokan air ke area pesawahan di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan pun tersendat. Meskipun saat ini beberapa pesawahan sudah mulai terairi, namun hal itu di rasa telat. Karena, seharusnya petani Desa Rawagempol Wetan mulai tanam sejak bulan Juni lalu.


Menurut Sekdes Rawagempol Wetan, Tarman, tidak teraturnya golongan air ini di mulai sejak adanya program percepatan tanam. Jadi semua petani serempak lakukan tanam dan tidak menghiraukan kuantitas aliran air. "Awalnya itu di program percepatan tanam, sampai saat ini golongan air jadi tidak teratur," katanya.

Agar semuanya kembali normal, lanjut Tarman, ia menginginkan area pesawahan di Kecamatan Cilamaya Wetan yang termasuk golongan 5, di kembalikan seperti semula. "Kalau golongan airnya gak di atur, kedepannya petani pasti berebut air lagi," harapnya.

Sekdes juga Anggota Poktan Sri Kendal  ini juga menyebutkan, sistem tanam yang harus di terapkan oleh petani itu Padi-Padi-Palawija (PPP), terlebih untuk petani dari hulu. Atau jika tidak, cukup dua kali tanam saja dalam satu tahun. Jika terus seperti ini, pengolahan lahan akan terus mundur, karena wilayah hilir selalu kekurangan air. "Pengolahan lahan akan selalu mundur, karena kita di wilayah hilir jatah air jadi tidak menentu, " katanya. 

Sementara menurut Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Ghani, saat ini, memang beberapa areal pesawahan di desanya sudah mulai terairi. Jadi proses tanam pun sudah bisa di mulai. Saking melimpahnya air, ia pun harus membuat bendungan di sekitar tanggul agar air tak meluap. "Alhamdulillah, sekarang sudah ada airnya," ucapnya.

Sebelumnya, Seksi PJT II Telagasari Dudung menyebutkan, adanya tanam serempak menjadi salahsatu penyebab pengaturan golongan air tidak teratur. Pasalnya, ketertiban pembagian golongan air itu yang akan memperlancar aliran air ke sawah-sawah petani. "Kalau tertib golongan insya Allah ngatur airnya lancar. Apalagi sekarang kemarau panjang, airnya harus di hemat," ujarnya.
Kedepannya pun ia berupaya agar sistem pembagian golongan itu di kembalikan lagi seperti semula. Tujuannya agar petani tak berebut air saat musim tanam sudah tiba. (RDI).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top