Senin, September 30, 2019

Berburu Kompensasi PHE Rp30 Ribu Perhari

 

PELITAKARAWANG.COM - Di usulkan Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang Rp75 - 100 ribu perhari, nelayan yang di verifikasi harus rela mendapati jatah kompensasi dampak tumpahan limbah minyak Rp30 ribuan perharinya. Senin pagi, (30/10) Giliran Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan, yang masyarakat nelayannya menerima kompensasi dan pembukuan rekening bank dari perusahaan plat merah tersebut. 


"Hasil verifikasi data, di desa saya ada 663 sasaran yang akan dapat komoensasi. Cuma yang sudah siap dibagikan ada 520 untuk hari ini dan besok, sisanya tahap berikutnya mungkin menyusul, karena masih ada berkas yang harus dilengkapi, " Kata Kades Muara Iyos Rosita kepada Pelita Karawang.com. 

Sebelumnya, Kasie Kelembagaan Nelayan Setia Saptana mengatakan, usulan semula besaran kompensasi yang di ajukan adalah kisaran Rp75 - 100 ribu, angka itu ideal sebagai pengganti kerugian nelayan atas dampak limbah Pertamina. Namun, yang diberikan diakui Sapta hanya Rp30 ribuan, atau Rp900 ribu perbulan. Begitupun soal data, pihak Dinas hanya memfasilitasi saja tim verifikasi, dengan bersyarat dokumen lengkap nelayan. Sementara yang eksekusi jumlah dan kuotanya, itu langsung dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) "Kita usulkan diatas itu, termasuk jumlahnya. Tapi yang eksekusi, adalah Pertamina soal angka dan KKP soal jumlah penerimanya. Karena DKP hanya memfasilitasi saja, " Ujarnya baru-baru ini.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Lautan 
Abuh Bukhori mengatakan, soal data dan kuota keterbukaan. Ia persilahkan LSM maupun wartwan untuk mengkawal proses kompensasi Pertamina ini, peringatkan jika ada yang keliru dan ajukan bagi nelayan yang belum terdata. Mengingat, harus diakui, bahwa saat pendataan, bisa saja banyak nelayan yang sedang melaut belum pulang, seperti wilayah yang tangkapannya sampai ke laut Kalimantan - Sumatera. "Semua harus kawal transparansi ini, segera jalin komunikasi jika ada kekeliruan dan kesalahan data, atau bahkan yang belum terdata padahal memang mereka nelayan, "Pungkasnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top