Senin, September 16, 2019

Dua Bis Pencaker Luar Karawang di OTT Kadisnaker

 

PELITAKARAWANG.COM - Warga Karawang merasa semakin sempit berpeluang kerja di kota industri tanahnya sendiri. Terang saja, sejumlah perusahaan nakal, diam-diam melakukan rekruitmen di luar koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang. Beruntung, Kadisnaker Karawang, Suroto bersama Anggota DPRD Taufik Ismail, meng "OTT" praktek tahapan rekruitmen PT Yamaha 2 di Rumah Sakit Lira Medika, Senin (16/9). Tak tanggung-tanggung, ratusan Pencaker luar Karawang itu, dengan bebas mengikuti tahapan tes kesehatan di Rumah Sakit di Lamaran itu dengan kendaraan 2 unit bus.

"Mereka dari BKK, tapi bukan dari lulusan SMA/SMK setempat yang saja sudah keliru. Apalagi rekrutmen dan tahapan tes Yamaha 2  ini di luar sepengetahuan Disnaker Karawang, "Kata Suroto, Kadisnaker Karawang saat sidak. 

Lebih jauh Suroto yang memergoki para Pencaker non Karawang lengkap dengan pakaian hitam putih itu, meminta agar Yamaha 2 membatalkan semua tahapan rekruitmen ini, karena sudah menyalahi prosedur. Jumlah sebanyak 2 bus itu, harus disesuaikan dengan rekrutmen asli Karawang. "Ini harus batal, gak bener ini. Semuanya harus warga Karawang, " katanya.

Perusahaan ini, sambung dalam waktu seminggu sanksinya adalah harus merekrut ulang tenaga kerja sesuai dengan jumlah rekrutmen luar Karawang ini. Jadi semua tes yang dilakukan para Pencaker luar Karawang, harus dibatalkan dan diganti dengan warga Karawang. Perusahaan ini sebutnya. 

Sudah menyalahi Perbup nomor 8 tahun 2016 Tentang Perluasan Kesempatan Kerja. Dimana informasi dan lowongan pekerjaan dilaksanakan 1 pintu di Disnaker dengan ketentuan sekurang-kurangnya 60 persen warga karawang asli. "Pelanggaran terhadap Perbup nomor 8 tahun 2016 Tentang Perluasan Kesempatan Kerja. Dimana informasi dan lowongan pekerjaan dilaksanakan 1 pintu di Disnaker dgn ketentuan sekurang-kurangnya 60 persen warga karawang asli, " katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top