Senin, September 09, 2019

Duh, Kades Baru Jayanegara Berhentikan Lima Pegawai Desa

 

PELTAKARAWANG.COM  - Kades Pergantian Antar Waktu (PAW) hasil Musyawarah Desa (Musdes) Jayanegara Kecamatan Tempuran, belum genap menjabat sebulan. Namun, dikabarkan sudah memberhentikan 5 pegawai desa. Pemberhentian itu, dituangkan lewat Surat Keputusan (SK) yang dibuat Kades dengan nomor 141/14/Ds.2019 itu, dikeluarkan pada 5 September terhadap 5 pegawai desa atas nama Nunu Tanudin Kasie Tarntib, Evi Serli Suharyati Kaur Umum, Eva Suharyani Kaur Keuangan, Asom Suryana Kadus Pulomas dan Akang Sutisna Kadus Cikateng. Tidak itu saja, Sekretaris Desa Anggi Wibisono, juga disebut-sebut memilih mengundurkan diri.


"Bagi saya, diberhentikan tidak jadi persoalan. Asalkan alasannya jelas, tapi kalau disebut kinerja kami tidak bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas selama ini, jelas tersinggung, " Kata Kasie Trantib Desa Jayanegara, Nunu Tanudin kepada Pelitakarawang.com Senin (9/9).

Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Jayanegara, Anggi Wibisono mengaku, bahwa dirinya memilih mengundurkan diri dari Sekdes melihat situasi yang ada. Kalau masih dibutuhkan untuk membantu tugas desa, itu di syukuri, kalaupun tidak baginya tidak jadi masalah. Yang terpenting desa bisa kondusif, jangan sampai terjadi perpecahan akibat regulasi. "Saya sudah sampaikan mundur, lagi pula bertahan juga sedikit kurang nyaman. Tidak apa-apa, saya mah hanya ingin gak ada masalah, sebab yang bertahan juga banyak rekan, jadi siap membantu saja kalau ada apa-apa juga, "Katanya.

Sementara itu, Kasie PMD Kecamatan Tempuran, Encep Supriyadi mengaku belum menerima laporan tertulis terkait maraknya SK pemberhentian dari Kades baru Jayanegara, Ratna Nengsih. Betapapun, dirinya tahu dari jejaring sosial, ia berharap Kades setempat bijak dalam memberhentikan pegawai desa lama. Betapapun, ini adalah hak kades dan alasan politis misalnya, harus ikuti aturan yang ada sebagaimana di amanahkan UU Desa. 

Saat ini, pihak Kecamatan belum dalam kesimpulan setuju atau tidak, tapi sebelumnya sempat sarankan agar evaluasi itu dilakukan setelah menjabat beberapa bulan. "Kita belum menerima laporan tertulisnya, kabarnya sih iya. Nanti kita coba koordinasikan dengan Kades dan BPD setempat, " katanya. 
Keputusan Kades Jayanegara yang memberhentikan pegawai desa lama tak lama setelah dilantik, mendapat kritikan dari Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Karawang, Aan Karyanto. Menurutnya, dari mana logikanya ada Kepala Desa belum seminggu menjabat sudah bisa menilai bahwa perangkat desanya tidak cakap ?, Belum lagi prosedur pemberhentian tentu harus melalui SP 1, SP 2 baru kemudian SP 3, dari sini saja sudah kelihatan SK pmeberhentian ini cacat. PPDI Karawang sendiri sebagai rumah besar bagi perangkat desa ikut prihatin dengan kasus yang dialami anggotanya. Melalui diskusi antara Pengurus Kabupaten dengan 5 orang Perangkat Desa yang di PHK tersebut, PPDI Karawang siap memfasilitasi dan suport sepenuhnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.Direncanakan hari ini akan diadakan mediasi antara Kades dengan Perangkat Desa Jayanegara yang akan difasilitasi Camat Tempuran, "harapannya dengan adanya mediasi ini ada solusi yang melegakan semua pihak tanpa harus membawa ke PTUN." Katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top