Minggu, September 08, 2019

‘Feeling’ Saya Esemka Laku Keras

 

PELITAKARAWANG.COM-.Usai mencoba mobil pick-up Esemka Bima 1.200 cc dan meresmikan pabrik perusahaan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat menanyakan harga mobil yang memiliki brand dan principal Indonesia itu.
“Tadi tanya ke manajemen harganya berapa, pak? Rp95 juta off the road, ya murah. Feeling saya laku keras,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan pabrik dan meluncurkan mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Jumat lalu.
Meskipun mobil yang dicobanya merupakan produksi pertama pabrik mobil di Indonesia, Presiden menilai, kualitasnya cukup baik. Kalau ada kurang-kurang sedikit, Presiden memakluminya karena  produksi pertama. Tapi secara umum, Presiden menilai, sudah sangat bagus untuk sebuah produksi pertama, baik dari sisi desain, nyetirnya juga enak.
Mengenai target pasar mobil Esemka itu, Presiden mempersilakan wartawan menanyakannya kepada manajemen PT Esemka. Presiden menegaskan, tidak ada bantuan pemerintah terhadap perusahaan yang memproduksi mobil nasional itu.
“Ini akan lebih baik kalau perusahaan swasta PT SMK sebagai perusahaan swasta itu ya mandiri, berani berkompetisi, berani bersaing dengan produk-produk lain. Akan bisa survive kalau punya produksi yang baik, harganya baik ya pasti pasar akan terima, masyarakat akan beli. Tapi memang mempunyai sebuah keunggulan yaitu ini brand dan prinsipal Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.
Menurut Presiden, mobil yang dicobanya itu sama dengan mobil yang dulu pernah dicobanya saat masih menjadi Walikota Solo. Hanya saja jika mobil yang dulu jenis SUV, ini jenis pick-up.  “Karena memang pasarnya yang lebih besar mungkin, mungkin ya, dari manajemen sudah survei pasarnya, pasarnya yang lebih menjanjikan mungkin yang pick up sehingga didahulukan,” tegas Presiden Jokowi.  
Sementara Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menargetkan kehadiran mobil bermerek ESEMKA produksi PT Solo Manufaktur Kreasi dapat meningkatkan penyerapan komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Saat ini, PT SMK telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal,” kata Airlangga di sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik sekaligus meluncurkan mobil Esemka produksi PT SMK, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9) siang.
Menurut Menperin,peresmian pabrik senantiasa memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru. “Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Terkait masa depan industri otomotif itu sendiri, Menperin Airlangga Hartarto optimistis ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi. Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.
“Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pick-up, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” papar Airlangga.
Menperin menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam upaya pengembangan industri otomotif di Tanah Air. Sebab, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. “Kami juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi,” jelasnya.
Dalam proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus 2019 lalu di Jakarta.
Menperin Airlangga Hartarto menyopiri mobil Esemka yang dicoba Presiden Jokowi, di Kab. Boyolali, Jateng, Jumat (6/9) siang. (Foto: JAY/Humas)
Airlangga mengemukakan, banyak industri komponen kendaraan di dalam negeri telah menjadi bagian dari pemasok rantai nilai global. Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta pieces.
“Nilai ekspor komponen kita sudah menembus hingga 2,1 miliar dollar AS. Artinya, struktur dari sektor ini sudah cukup dalam. Contohnya, ekspor untuk ban kendaraan sekitar 1,2 miliar dollar AS. Selain itu, untuk sasis, kaca, dan kursinya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Jadi, industri baja dan plastik kita sudah mampu kompetitif,” terang Menperin.
Airlangga pun menuturkan,sebagai produsen otomotif, PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat.
“Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama BIMA – ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama DIGDAYA – ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama BORNEO – ESEMKA,” kata Menperin.
Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoquetype chassisgasoline enginediesel engine, transmisi dan axle.
Kemudian, ada juga lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini perbaikan kendaraan pascauji, area stock yardshow room dan fasilitas pendukung lainnya.
“Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air,” ungkap Menperin.
Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up BIMA – ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.(red).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top