Rabu, September 18, 2019

Ical : Biar Kapok, Pidanakan Pencemar Lingkungan Sungai Barugbug - Cilamaya

 

PELITAKARAWANG.COM - Pencemaran sungai di Barugbug - Cilamaya, ternyata membuat gregetan Anggota DPRD Fraksi Gerindra Provinsi Jawa Barat, Ihsanudin M.si. Dewan asal Desa Sungaibuntu Kecamatan Cilebar ini, prihatin dan marah atas tingkah polah industri pembuang limbah yang serampangan di biarkan puluhan tahun bebas beroperasi dan mengancam kesehatan masyarakat bantaran kali. 

"Saya sebagai orang Karawang merasa perihatin dan marah melihat prilaku industri-industri yang masih membuang limbah sembarangan,  pencemaran ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Seolah-olah Pemerintah Daerah  Karawang, Subang, Purwakarta, dan Gubernur Jawa Barat membiarkan ini berlarut-larut. Segera dong ambil tindakan tegas, bila perlu pidanakan dan jatuhkan denda agar industri-industri pencemar lingkungan kapok."Pintanya. 

Ical, panggilan akrab Ihsanudin ini menambahkan, Pemerintah harus hadir, melayani dan memberikan manfaat langsung sehingga lingkungan kita bebas dari pencemaran industri nakal.

Bendungan yang mengairi lahan pesawahan seluas kurang lebih 2.926 hektar yang membentang antara Kecamatan Jatisari-Karawang, Kec. Patokbeusi-Subang, tercemar oleh limbah industri yang berasal dari hulu Sungai Cilamaya. Ini sudah bertahun-tahun tidak ada penanganan konkret. Aliran sungai ini, jelas-jelas secara kasat mata berwarna hitam, berbuih dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sementara sebagian masyarakat setempat masih biasa menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi dan buang air. Selain itu, sambungnya, deretan sungai arah barat, timur, selatan sampai ujung laut pun tercemari limbah. "Bisa dipastikan ketika pesisir laut tercemari limbah ini berdampak pada penghasilan ikan bagi para nelayan di sekitar Cilamaya, "Katanya.

Oleh sebab itu sambungnya, mereka pantas membayar ganti rugi, pencemar dan/atau perusak lingkungan hidup terhadap semua masyarakat yang terkena dampak. Selain itu, harus industri di semua kawasan, juga patut memperbaiki unit pengolahan limbah, sehingga limbah sesuai dengan baku mutu lingkungan hidup yang ditentukan, memulihkan fungsi lingkungan hidup, dan/atau menghilangkan atau memusnahkan penyebab timbulnya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. "Selain bisa di Pidanakan dan sanksi denda, pencemar lingkungan juga pantas ganti rugi, "Pungas DPRD Dapil Karawang - Puwlrwakarta ini. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top