Rabu, September 11, 2019

Kades-Kades Telagasari Tagih Pemerataan Rp200 Juta

 

PELITAKARAWANG.COM - Setiap kali Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Dinas PRKP maupun PUPR selalu membawa draft pos alokasi tahunan untuk fisik di sejumlah titik desa dan kecamatan. Sebelumnya, anggaran pemerataan Rp200 juta Perdesa, di janjikan bakal realisasi saat Musrenbang 2018 untuk tahun 2019, namun menjelang akhir tahun, fisik yang sudah tersosialisasikan kepada masyarakat itu, justru nihil aplikasinya. 

"Dua kali Musrenbang, jembatan di Telagasari itu ada di pos draft dinas dan siap masuk pemerataan yang Rp200 juta, tapi kenyataannya sampai sekarang gak pernah ada. Jadi, buat apa lah nanti Musrenbang terus kalau ternyata begini terus , "keluh Sekretaris Desa Talagasari, Ini Rustono kepada Pelitakarawang.com Rabu (11/9).

Senada dikatakan Kades Pulosari, H Kana Sanusi, ajuan sudah dilakukan, bahkan draft untuk realisasi jalan maupun drainase di Dusun Pulogadung juga sudah dilihatnya, namun apa yang sudah disampaikannya ke masyarakat, justru tak kunjung ada realisasi, mengingat yang di janjikan itu tak kunjung terwujud. "Saya mah heran, kenapa jadi gak ada realisasinya. Jadi, buat apa ada Musrenbang dan diberi draft titik yang mau dibangun, kalau pada akhirnya sampai saat ini belum juga terwujud, " katanya. 

Keluhan yang sama juga dikatakan Kades Linggarsari, H Rasam Effendi. Menurutnya, pemerataan yang disebut Pemkab setiap kali Musrenbang, ternyata nihil. Bayangkan, setiap tahun akses jalanan bekas longsor hingga menuju arah Pulosari, masih begitu-begitu saja. Padahal, istilah pemerataan setiap Musrenbang sudah di janjikan dan masuk draft. Terlepas, nanti apakah di APBD murni atau perubahan, yang jelas, sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang Rp200 juta itu terwujud. "Kalau kecamatan mah ada, nah ke pemerataan di desa-desa ini yang kita pertanyakan, kok gak ada. Padahal sudah di bicarakan sejak Musrenbang 2018 lalu, "katanya.

Kades Cilewo, Omang Rohman menyebut, realisasi fisik sudah jelas lebih mudah terwujud dari aspirasi DPRD ketimbang Dinas yang ternyata memberi harapan palsu. SPAL di sepanjang jalan Pacogreg - Gedangmanggala, dominan hasil aspirasi DPRD dan sebagian dari Dana Desa. Tapi, pemerataan yang dijanjikan setiap Musrenbang, justru nihil dilapangan. "Saya jadi lebih banyak ngandelin aspirasi DPRD, soalnya yang dari Pemkab, yang di rencanakan dan di Musrenbangkan justru gak ada realisasinya, " katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top