Rabu, September 04, 2019

Kali Cilamaya Masih Hitam dan Bau

 

PELITAKARAWANG.COM - Kabarnya sejumlah industri pembuang limbah di beberapa wilayah Purwakarta dan Subang sudah ditutup. Namun, Kali Cilamaya yang hulunya dari Barugbug Kecamatan Jatisari, masih bau menyengat dan berwarna hitam. Kondisi ini, acapkali di alami masyarakat bantaran kali setiap kali musim kemarau panjang tiba, sementara penanganan puluhan tahun, tak kunjung membuahkan hasil apapun. 


Warga Barahan Desa Cilamaya, Yayan s Mulyana mengatakan, sejak tahun 1970, ia tahu bahwa kali Cilamaya yang hilirnya ke Muara itu, masih sering digunakan masyarakat untuk mencuci, mandi, bahkan memancing ikan. Namun, kondisinya sudah tidak begitu lagi saat ini, karena mulai tahun 2000, benih limbah B3 mulai berbaur dengan air sungai perbatasan Karawang - Subang itu. Bahkan, semakin tahun semakin menggila sampai saat ini, terlebih, musim kemarau panjang, sejumlah perusahaan nakal yang biasa membuang limbah ke Kali, jadi terbiasa. Itu nampak, saat air surut, dimana warna kali Cilamaya menjadi hitam pekat dan bau menyengat. "Kondisi ini sudah dirasakan puluhan tahun oleh masyarakat, ragam penanganan sudah sering dilakukan desa dan Pemkab, tapi tetap saja mentah, " katanya. 

Memasuki tahun politik, sambung Yayan, dirinya balik menantang bakal calon Bupati yang berani selesaikan kali Cilamaya akan di pilih masyarakat Cilamaya. Karena, masyarakat disini bukan saja terdampak bau, tapi juga penyakit yang disebabkan oleh sumber air dan udara dari limbah kali Cilamaya. Karenanya, masyarakat sudah bosan dengan janji politik dan juga penanganan yang sebatas tinjauan dan mengambil sampel, tapi hasilnya masih saja nihil. "Ayo kontrak politik saja lah, siapa yang berani tangani soal limbah kali cilamaya, mungkin itu yang akan di dukung. Kita sudah bosan dengan bau menyengat dan warna hitam pekat kali Cilamaya bertahun-tahun, " pungkasnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top