Minggu, September 08, 2019

Karawang 386, Laut dan Sungai Tercemar Limbah

 

PELITAKARAWANG.COM-Kurang dari sepekan lagi, tepatnya 14 September nanti, kota Karawang berusia 386 Masehi. Di usia yang hampir 4 abad itu, persoalan lingkungan menjadi ancaman bagi wilayah pelosok yang lambat tertangani serius. Selain, limbah Pertamina Hulu Energi (PHE) di lepas laut Karawang, sungai - sungai di daratan, juga tak kalah tercemar, mulai Citarum, Barugbug, hingga Kali Cilamaya. "Laut masih banyak limbah minyak, jelas ini merusak biota laut dan ekosistem pesisir, "Kata Rukun Nelayan Ciparage Miscu.

Mantan Kades Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan, Aruji Atmaja mengatakan, sungai Cilamaya hitam pekat, sudah bukan pemandangan tabu bagi masyarakat Cilamaya, sebab, ulah oknum perusahaan pembuang limbah, sudah dilakukan puluhan tahun. Masyarakat sering mengeluh, tapi tak pernah digubris penindakan tegasnya. Sesekali di musim kemarau ini, sebut Aruji, dirinya sempatkan bersepeda keliling dusun sambil olahraga, air hitam pekat di Dusun Cipancuh RT 21/11 selalu nampak saat musim kemarau, bahkan menyengat bau tertiup angin pada warga yang jaraknya berdekatan dengan lokasi sungai. Ia dan masyarakat yang dilalui kali, berharap besar bisa tetangga langit konkrit oleh pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat. "Airnya hitam dan jelas bau saat musim begini, sementara kalau musim hujan, meluap banjir, " keluhnya. 

Senada dikeluhkan Nurhaimin LC, ketua Komunitas Sedulur Cilamaya. Dirinya juga meninjau sungai - sungai yang di duga tercemar. Menyusuri dusun Cipancuh - Wanareksa, airnya memang  sangat hitam pekat, berbuih dan mengeluarkan bau sangat tak sedap seperti obat buat keriting rambut. Bahkan, Pengairan sawah yang sebrang kali sebelah timur separuhnya terairi dengan kali hitam itu dan mengganggu proses tanam pertanian. "Deretan sungai barat-timur daerah tersebut kena limbah bahkan dari arah selatan sampai ujung laut, sehingga dipastikan pesisir laut akan mendapatkan limbahnya pula, imbasnya pada penghasilan ikan bagi nelayan di wilayah Cilamaya, " katanya. 

Atas dasar itu, ia sarankan DLHK tegas menjaga lingkungan di wilayah Cilamaya, karena akan berimplikasi pada perekonomian, biota, kesehatan dan persoalan masyarakat lainnya. Caranya, antara lain, menindaklanjuti perusahaan-perusahaan yang nakal dan mencemari lingkungan di wilayah Cilamaya ke meja hijau, sebagai perusahaan kejahatan lingkungan. "Coba Pak Wawan Kadis LH sidak ke kali-kali atau sungai-sungai yang kena imbas perusahaan nakal, Kami akan terus  menginfokan baik ke Kementerian Lingkungan Hidup, kepolisian, provinsi atau pihak yang punya wewenang ini dalam rangka ikut membantu kepentingan masyarakat Cilamaya."Pungkasnya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top