Senin, September 09, 2019

Penyuluh KB Kesulitan Jaring Akseptor Pria

 

PELITAKARAWANG.COM - Alat kontrasepsi sudah banyak variannya, mulai IUD, Implan, Suntik, Pil, Kondom hingga MOW dan MOP. Namun, menjaring para calon akseptor, bukanlah perkara mudah, apalagi yang di sasar adalah kaum pria. 

"Dari sekitar 200 akseptor setiap tahun, kaum laki-laki yang ikut MOP atau Vasektomi misalnya, paling cuma 5 persennya, Kata, Kepala UPTD KB Kecamatan Tempuran, Apandi, Senin (9/9).

Padahal, sambungnya, MOP itu lebih mudah, ketimbang MOW prosesnya. Yaitu, hanya memutus jaringan jalan sperma yang subur. Di Tempuran ini, ada beberapa akseptor MOP yang rata-rata dari Desa Cikuntul. Mungkin, terkait Apandi, kaum pria banyak yang menolak jadi akseptor itu, masih berpikir bahwa MOP atau Vasektomi itu, sama dengan Kebiri. Padahal, kalau Kebiri itu, justru memotong utuh, sehingga rasa ingin intim itu sudah tidak ada. Sementara MOP, berhubungan tetap lancar, dan sperma juga tetap normal keluar seperti biasa. "Ada anggapan bahwa MOP itu sama dengan Kebiri, padahal beda. Makannya, gara-gara ini, kadang kaum pria enggan jadi akseptor, " ujarnya. 

Di Tempuran, untuk program pemasangan kontrasepsi implan di Rumah Sakit Islam (RSI), ada 5 orang yang semuanya perempuan. Diharapkam, kedepan, akseptor ini bisa lebih banyak lagi. Mengingat, kampung KB setiap tahun juga sudah banyak terbentuk, dimana tahun ini saja Kampung KB ada di Desa Ciparagejaya, Sumberjaya dan Lemahkarya."Yang dilayani implan di RSI saat ini ada 5 orang, " pungkasnya.(Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top