Selasa, September 24, 2019

Rumah Kebakaran, Warga Cilamaya Empat Bulan Tinggal Sementara di Kandang Kambing,Kemana Dinas PRKP?

 

PELITAKARAWANG.COM- Kebakaran menghanguskan se isi rumah milik Kakek Cali Faisal dan Ibu Casiah di Dusun Cermin Timur RT 06/02 Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan pada 8 Mei lalu. Selama itu, pasangan suami istri ini harus tinggal di bekas kandang kambing miliknya yang berukuran 2 x 5 meter. Dengan bermodalkan spanduk dan baligo, kakek 4 anak ini menutupi pinggiran kandang untuk dijadikan rumah sementara, mengingat untuk membangun kembali rumah yang luluh lantah saat Ramadan itu, harus dengan modal besar ditengah segala keterbatasan ekonomi sebagai tukang serabutan. 


"Baru dapat uang bank emok Rp7 juta dan arisan, eh rumah saya kebakaran 4 bulan lalu, Semua perabotan seisi rumah sudah gak tersisa. Jadi, untuk menjadikan kandang kambing sebagai rumah sementara saja, sudah Alhamdulillah, walaupun panas saat siang hari dan kedinginan ketika malam hari, " keluh Siti Casiah kepada Pelitakarawang.com dirumahnya.

Senada dikatakan suaminya, Cali Faisal, sebelum tinggal di kandang kambing, dia membersihkan dulu semua kotoran kambing, karena kambingnya mati kena virus antrax sebelum kebakaran. Semua perabotan, juga didapatnya dari tetangga, seperti piring dan pakaian. Disisi lain, sejak kebakaran diakui Cali, dirinya belum pernah mendapat bantuan apapun, jangankan rumah dibangunkan kembali, untuk sandang pangan saja kesulitan karena memgandalkam bekerja serabutan. Sementara, ke empat anaknya juga, ekonominya terbatas. Ia berharap, ada relawan maupun pemerintah bisa kembali membangunkan rumahnya, betapapun secukupnya sebelum musim hujan. Karena ,ia khawatir, bekas kandang kambing yang ia huni roboh. "Masak di kebun dan air juga di kebun, gak ada lemari satupun, apalagi barang elektronik. Semuanya habis, jadi jangankan bangun rumah, " Ungkapnya.

Kabid Perumahan Dinas PRKP H Baehaqi mengatakan, ia prihatin atas kondisi yang di alami warga yang kebakaran dan tinggal sementara di kandang kambing. Karenanya, untuk dibangunkan rumah seperti program Rutilahu misalnya, harus menunggu dari ABT, karena yang murni juga terbatas. Tapi, dengan atau tanpa ajuan desa, silahkan di fotokan dulu fisik kondisinya, baik rumahnya, kelengkapan kependudukannya seperti KK dan KTP, nanti ada tim yang akan survey ke lokasi itu, "insya Allah kami pikirkan, foto saja dulu, kami minta fisiknya, nanti ada tim survey kesana, " Katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top