Selasa, September 10, 2019

Sedulur Cilamaya Sindir Sikap DLHK Soal Limbah Sungai

 

PELITAKARAWANG.COM - Aktivis Cilamaya nampaknya semakin geram dengan sikap cuek DLKH Karawang menyikapi penangangan limbah di sungai Cilamaya. 


Dewan pembina sedulur Cilamaya, Muslim Hafidz mengatakan, Kadis LH ia anggap terkesan lepas tangan, atau mungkin lupa hasil notulensi pada tanggal 29 Agustus 2019 bertempat di Dinas LH Jawa Barat yang dihadiri oleh 3 dinas LH karawang, Subang dan Purwakarta, Balai besar sungai Citarum, balai UPTD wilayah sungai Citarum dan kasie pengaduan. Saat itu, Karawang diwakili oleh Niki Jatnika, Ade Imam Asyari, Senjaya, Ayi Ervin, Dan uman jumana, dimana dalam bahasan Pencemaran Sungai Cilamaya itu, mempunyai tugas bersama-sama, termasuk Dinas LH karawang. Dalam notulensi yang ditandatangani dijelaskan, bahwa tugas Dinas LH karawang yaitu Melakukan pengawasan penataan terhadap Usaha dan/atau kegiatan di wilayah administrasi Kabupaten Karawang. 

Kemudian, melakukan pemantauan kualitas air sungai Cilamaya sebanyak 6 (enam) kali dalam setahun di 4 (empat) lokasi titik pantau. "Tugas dan wewenangnya jangan lupa, itu dibubuhkan lewat notulensi,"katanya. 

Selain itu, sambungnya, LH baik juga diperlukan advokasi ke masyarakat yang terkena Pencemaran lingkungan. Karena, semua masyarakat berharap sungai di Cilamaya bersih seperti sedia kala. Dirinya, juga menghimbau kepada Gubernur Ridwan Kamil untuk concern terhadap Pencemaran lingkungan ini, ini masuk kategori "Bahaya". "Masyarakat sangat berharap normal lagi sungainya, peran semuanya diperlukan, "katanya. 

Sementara Kadis LHK Karawang, Wawan Setiawan mengaku, pihaknya kaget saat menerima laporan bahwa sungai Cilamaya kembali hitam, padahal beberapa perusahaan sudah ditutup jaringan pembuangan limbahnya. Dirinya sarankan, penjelasan lebih detail dikantornya terkait konfirmasi. "Ya limbahnya kan bertahun-tahun sudah ngendap, jadi gak bisa langsung bening atuh, Pegel ngajelaskeun nulis mah, ka kantor wae," pintanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top