Senin, Oktober 07, 2019

Cemas, Pemerintah Desa Banjir Keluhan Penggunaan Alsintan

 

PELITAKARAWANG.COM-Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) mulai menargetkan 2021 para petani Karawang sudah mapan penggunaan teknologi sekaliber Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Seperti tanam padi atau transplanter, perontok gabah powder tresser hingga yang terbaru alat Combine untuk memarit, merontok dan langsung memasukan bulir padi ke dalam karung. Namun, sesekali di operasikan, sejumlah buruh tani sudah banjir keluhan dan cemaskan tenaga kerjanya tidak bisa lagi mendapati penghasilan jasanya.

"Ada sih kritikan dan protes dari warga buruh tani. Mungkin masih proses sih nanti juga akan jadi kebiasaan seperti traktor misalnya, atau ojek online mungkin. Mau tidak mau ya teknologi itu sudah jadi pergeseran," Kata Tokoh Desa Tegalwaru Arumi Atmaja. 

Plt Kades Tegalwaru, Lilis mengatakan,hasil panen di desanya memang cukup memuaskan,selain volume produksinya baik,juga harga jualnya yang stabil.Hanya saja, pemerintah desa, banyak menerima kritikan dan protes dari warga buruh yang tidak punya sawah, seiring dengan adanya mesin pemotong padi sejenis Combine, karena warga petani tidak ada penghasilan. Disatu sisi, memang betul mesin itu menguntungkan bagi petani asli yang punya sawah disamping memang akibat kemajuan Teknologi dan kemajuan zaman, tapi pihaknya memohon arahan dari Pemkab menyikapi protes para buruh tani itu seperti apa. "Kita bingungnya ya menghadapi buruh tani itu, butuh arahan dari Pemkab terkait teknologi alsintan ini yang mungkin masih dianggap tabu, " Katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

LEGISLATIVE KARAWANG

Back to Top