Rabu, Oktober 09, 2019

Dengan "KAPOK" TB, RSHS Pastikan Dua Warga Telagasari Sembuh TB MDR

 

PELITAKARAWANG.COM - TB MDR atau Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB) adalah tuberkulosis (TB) yang resisten terhadap manfaat dua obat antituberkulosis yang paling kuat, yaitu isoniazid dan rifampisin. 

Penanganan tidak tepat atau penularan tuberkulosis dari seseorang ke orang lain bisa memicu bakteri penyebab tuberkulosis untuk mengembangkan daya tahan terhadap obat antimikroba yang dikonsumsi, atau dikenal juga dengan kondisi TB MDR. Beruntung, lewat Inovasi Kunjungi-Ayomi-Pelihara-Observasi agar kejadian Tidak Berulang (KAPOK-TB) yang digagas Puskesmas Telagasari, dua dari 5 penderita TB MDR yang intens pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, di nyatakan sembuh. 

Kepala Puskesmas Telagasari, Asep Saepul Bahri mengatakan, meskipun baru dicetuskan, inovasi KAPOK-TB Puskesmas Telagasari ini langsung melakukan intervensi kegiatan, terbukti pada hari Rabu (9/10) pihaknya langsung membentuk Tim KAPOK-TB yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Koordinator Program P2TB,Dokter Fungsional, Petugas Gizi, Petugas Perkesmas, Bidan Desa termasuk Tim Bina Wilayah serta dari unsur masyarakat yaitu Kader TB. Tidak berlama-lama sebut Asep, pihaknya langsung melakukan kunjungan rumah ke salah seorang pasien yang sudah dinyatakan selesai Pengobatan TB MDR selama 22 bulan di RS.Hasan Sadikin Bandung. "Sebab di Wilayah kita, ada 5 orang yang dinyatakan TB MDR oleh dokter, 4 orang melanjutkan pengobatan dengan pendampingan petugas Puskesmas di RSHS dan 1 orang dinyatakan DO dari Pengobatan TB MDR karena tidak mau melanjutkan pengobatan TB MDR di RS.Gatot Subroto Jakarta karena alasan pribadi," Katanya.

Sementara untuk yang 4 orang diobati TB MDR sambung Asep, semuanya Alhamdulillah 2 orang sudah dinyatakan sembuh oleh Tim dokter Tuberculosis RSHS Bandung, itu diterimanya melalui Surat Keterangan Sembuh Nomor : PM.02.05/B48/434/VIII/2019 untuk a.n Ny. A dengan lama pengobatan selama 11 bulan dan Nomor : PM.02.05/B48/435/VIII/2019 a.n Tn.R yang sudah menjalankan pengobatan selama 22 bulan. "Yang empat orang di obati, dua diantaranya sudah dinyatakan sembuh, " Katanya.

Sementara itu, Tn. R penderita MDR yang sembuh asal Desa Kalibuaya mengatakan, bahwa selama mengikuti pengobatan TB.MDR dirinya sama hampir putus asa, karena memang tantangannya cukup berat, karena baru melihat obatnya saja sudah mual dan ingin muntah, apalagi bila sudah giliran disuntik karena harus setiap hari mendapatkan therafi injeksi, sepertinya ia hanya ingin kabur saja, karena rasa takut yang menghantui pikirannya bila disuntik, tapi setelah selama hampir 3 bulan melewati masa kritis dan ketakutan, juga didorong dukungan keluarga khususnya istri agar tidak  lupa minum obat, semangat sembuh itu semakin lebih kuat. Terlebih, peran petugas puskesmas yang dengan sabar memotivasi dan memberikan harapan positif untuk kesembuhannya yang  selalu setia mendampingi saat pemeriksaan serta ambil obat di RSHS Bandung setiap sebulan sekali, akhirnya sambung R, dirinya bisa menyelesaikan pengobatan TB MDR selama 22 bulan dan mendapat Surat Keterangan sembuh pada tanggal 23 Agustus 2019 dari Tim Tuberkulosis RSUP RS.Hasan Sadikin Bandung. "Saya sangat berterimakasih kepada petugas Puskesmas yang sudah dengan sabar memberikan support kepada saya dan keluarga, juga mendampingi saya selama pengobatan rutin ke RSHS Bandung. Bahkan saya siap jadi motivator bagi penderita lainnya agar jangan putus asa, " Katanya. (Rdi)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top