Jumat, Oktober 04, 2019

Kembali Terjadi, Oknum Pejabat Arogan Halangi Wartawan Liput Kegiatan RE Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok

 

PELITAKARAWANG.COM - Kembali terjadi, wartawan menjadi objek arogansi oknum pejabat di Kabupaten Karawang.Seorang pejabat salah satu Puskesmas di Utara Karawang, HR (inisial) larang seorang wartawan sebuah media cetak sekaligus online di Karawang meliput kegiatan RE Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok, Kamis (3/10/2019).

Dikatakan wartawan media Spirit Jawa Barat Iskandar, HR melarang dirinya meliput dengan alasan kegiatan RE Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok, tidak bisa dipublikasikan menurut peraturan yang ada.

"Saat datang untuk meliput, saya terlebih dulu meminta ijin kepada salah satu staff Puskesmas Rengasdengklok, dan mengutarakan maksud untuk mewawancarai kepala Puskesmas Rengasdengklok setelah kegiatan selesai. Tetapi belum selesai saya bicara, ia (HR) langsung berkata ke saya bahwa menurut aturan kegiatan tidak bisa diliput dan dipublikasi karena bersifat rahasia, dan saya diminta tidak mengganggu jalannya Akreditasi yang katanya untuk mempersiapkan hal itu seluruh jajaran Puskesmas Rengasdengklok harus rela meninggalkan keluarganya untuk beberapa waktu, dan dengan tegasnya ia berkata ini hidup atau mati Puskesmas Rengasdengklok," jelasnya.

Bahkan menurut Iskandar, dengan arogannya dan tak jelas maksudnya, HR mengaku dekat dengan pimpinan dan anggota salah satu lembaga masyarakat di Kabupaten Karawang.

"Kalau memang rahasia dan tidak boleh di konsumsi publik, dia sebagai pejabat luar Puskesmas Rengasdengklok berada di lokasi itu memiliki kepentingan apa ?," tegasnya.

Iskandar pun meras selama menjalani profesinya sebagai wartawan belum pernah memiliki masalah tentang etika jurnalistik dengan nara sumbernya.

"Selama hampir lima tahun melakukan liputan saya belum pernah mengalami hal ini, belum pernah merasa bermasalah dengan nara sumber baik pejabat tingkat desa, kecamatan maupun pejabat tingkat Kabupaten," pungkasnya.(is/rls).

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top