Jumat, Oktober 25, 2019

Rusak di Gembosi Kapalnya, PHE ONWJ Cueki Bagang Nelayan Tangkolak

 

PELITAKARAWANG.COM- Pertamina Hulu Energi ONWJ mengklaim, sejak 21 September kemarin, kebocoran aliran pipa minyak mentah yang tumpah ke lautan di YYA-1 sudah terhenti. Bahkan, pembersihan dan ekosistem yang masih terkontaminasi, di janjikan ada pemulihan, baik kesehatan dan sosial masyarakat nelayan. Namun, surat protes yang dikeluarkan Pengurus Tempat Pelelang Ikan (TPI) Tangkolak Desa Sukakerta sejak Agustus dan awal Oktober soal kerusakan bagang yang digembosi kapal-kapal ONWJ di Ring 1, justru tidak mendapat respon sampai jelang akhir Oktober ini. 


"Tumpahan dan alirannya yang di YYA-1 sudah terhenti sejak 21 September. Tapi pembersihan masih terus kita lakukan, karena kita pastikan di laut dan pantai kalau ada ekosistem rusak, siap diperbaiki dan lahan yang terkontaminasi juga siap di pulihkan, termasuk kesehatan dan sosial masyarakat nelayannya, " Kata Vice Presiden PHE ONWJ, Ifky Sukarya saat sambutan dalam peresmian PRPM Pasirputih, Kamis (24/10).


Ifki mengklaim, soal komoensasi sudah didistribusikan dua gelombang, dan perhitungan akhir nanti masih di hitung-hitung, sebab di awasi oleh BPKP dan Kejaksaan, maka distribusi dan sasarannya ini harus akuntabel. Dirinya meminta bantuan maksimal dari masyarakat agar proses pemulihan diharapkan sesuai harapan semuanya. "Kita dituntut akuntabel, karena di awasi langsung BPKP dan Kejaksaan, " Ujarnya.


Namun, faktanya, pernyataan itu di tepis nelayan Tangkolak, Muhammad Suparto. Kepada pelitakarawang.com, pihak TPI sudah berkirim surat protes kepada Dinas Perikanan dan Kekuatan (DKP) Karawang untuk diteruskan pada PHE ONWJ, menyusul pada 29 September lalu, bagang miliknya dan adiknya Tri Sutrisno rusak/hanyut di Gembosi kapal-kapal Pertamina ONWJ, karena alasan lokasinya berada di Ring 1. Padahal, surat Nomor 006/TPI/2019 ini merupakan lembaran kedua pihak TPI berkirim surat, setelah sebelumnya dilayangkan pada Agustus lalu. Pihaknya mempertanyakan tanggungjawab PHE ONWJ terkait bagang nelayan yang rusak tersebut, namun tak pernah dapat respon sampai saat ini. "Sudah dua kali kirim surat, tapi bagang yang hanyut oleh Kapal Pertamina ini, justru masih belum ada tanggapan serius, " Katanya. 

Bagang ukuran 10x10 meter dari material bambu  ini, sebut Parto hanyut dan rusak, padahal sebelum di lintasi kapal-kapal PHE, batangnya sudah ada di lokasi itu sebelumnya. "Pertama 30 Agustus dan kedua 1 Oktober ini kita layangkan surat, tapi gak ada reaksi apapun, " Katanya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top