Senin, November 18, 2019

Dua Warga Wadas Meninggal, Dewan Minta Puskesmas Tetap Siaga DBD

 

PELITAKARAWANG.COM- Musim kering, bukan berarti membuat para tenaga medis lengah dari ancaman masyarakat terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD). Anggota DPRD Karawang, dr Atta Subagjadinata mengingatkan para dokter dan perawat di setiap layanan kesehatan, agar jangan menjadikan alasan musim kemarau menyingkirkan diagnosa yang mengarah pada penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Agepty tersebut. 


"Memang, masih kemarau panjang kadang menjadikan penyebab dokter  menyingkirkan diagnosa demam berdarah. Karena memang biasanya habitat nyamuk demam berdarah dari genangan air hujan. Pola pikir seperti ini seperti mengecohkan tenaga medis, " Katanya. 

Atta yang juga pemilik Klinik Azimat Pasirtalaga ini menambahkan, ada pasien meninggal dengan diawali syok yang hasil laboratoriumnya menunjukan trombosit rendah sampai diangka dibawah 20 ribu, memang seharusnya cenderung bisa dipastikan  didiagnosa  demam berdarah (DHF). Kalaupun hal ini terjadi di musim seperti sekarang yakni bukan musim penghujan. Dalam 1 minggu terakhir, dirinya menemukan 2 kasus yang sama. Pertama pasien asal  Dusun Krajan 1 Desa Pasirtanjung Kecamatan Lemahabang meninggal pada 11/11 lalu, dengan demam lebih dari seminggu dan sempat dirawat di klinik swasta, tapi kemudian dipulangkan karena sudah membaik dan tidak demam, kemudian tiba tiba sambung Atta, si pasien ini muntah darah 1 minggu pasca di rawat. Kemudian masuk rumah sakit, syok dan tidak tertolong. "Sebelumnya sempat di cek lab dengan hasil trombosit 15 ribu, " Katanya 

Kasus kedua, sambung Atta terjadi pada  Warga Dusun Selang 2 Desa Ciwaringin kecamayan Lemahabang. Demam 3 hari dan sempat berobat ke Klinik swasta, 3 hari kemudian lemas hebat dan masuk RS Swasta 17/11, terjadi syok dan sempat cek leb trombosit 20 ribu dan ternyata pasien dikabarkan meninggal jam 21.30 Wib. Belum musim penghujan bahkan masih kemarau panjang kadang menjadikan penyebab dokter  menyingkirkan diagnosa demam berdarah. Karena memang biasanya habitat nyamuk demam berdarah dari genangan air hujan. "Namun bukan tidak mungkin tidak ada nyamuk demam berdarah di musim kering seperti ini, apalagi kalau klinis dan pemeriksaan menunjukan ke arah diagnosa demam berdarah," Ujarnya. 

Kiranya sebut Atta, harus menjadi perhatian dan pengawasan serius Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk merespon keadaan diatas dengan menindaklanjuti agar dapat mengantisipasi kasus serupa tidak terulang lagi karena cenderung mengecoh pola pikir tenaga medis."Ini harus jadi perhatian khusus Puskesmas dan tenaga medis lainnya di berbagai Klinik dan Rumah Sakit, " Pintanya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top