Jumat, November 01, 2019

Kepala Kantor Pertanahan : Haram bagi Kami Menerima Imbalan Proses PTSL

 

PELITAKARAWANG.COM- Belum lama bertugas, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Ir Fitriyani Hasibuan di apresiasi para Kepala Desa. Menyusul, pernyataannya di sela-sela sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kamis (1/11) dengan tegas menyebut bahwa kantor dan petugas kantornya haram menerima imbalan dalam proses PTSL tahun 2020 mendatang. 


"Dalam SKB Tiga Menteri jelas, khusus Jawa itu ada yang ditarik Rp150 ribu perbidang, itu jelas alokasinya untuk ongkos lapangan bagi petugas desa, pemasangan patok dan materai dan tidak ada urusan dengan BPN, jadi Haram bagi BPN menerima itu, "Tandasnya disambut riuh tepuk tangan para Kades di Kecamatan Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon dan Lemahabang, Jumat (1/11). 

Fitri menambahkan, program PTSL ini memang tidak gratis, tapi dibayarkan langsung oleh Pemerintah pusat setiap bidangnya. Kalau mengurusi sendiri tanpa program PTSL ini, sebutnya, masyarakat harus bayar lebih dari Rp1 juta perbidangnya. Oleh karenanya, ini kesempatan baik dimana pemerintah memberikan subsidi agar status hak atas tanah legalitasnya lebih baik. Sebab, Indonesia ini, sambungannya sudah puluhan tahun, data base hak atas tanah ini tertinggal dari negara tetangga lainnya. "Dengan bidang tanah percepatan hak milik atas tanah bisa lebih lengkap data base dan memberikan perlindungan bagi si pemilik, baik di sertifikatkan atau tidak, " Ujarnya. 

Sebelumnya, Kades Lemahmukti, H Damung mengatakan, proses PTSL ini sebelumnya ia pertanyakan, utamanya soal teknis di lapangan, maupun soal ongkos - ongkos di masyarakat. Pihaknya, enggan tersandung masalah hukum di kemudian hari, soal pungutan dan penarikan di luar subsidi pemerintah. " Kita pertanyakan soal ongkos selama proses ini, ingin tahu lebih jauh saja. Kalau demikian kita siap dukung dan sukseskan sinergitas bersama BPN Karawang ini, "Pungkasnya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top