Rabu, November 20, 2019

Kepala SMAN 1 Lemahabang di Garap Asesor PKKS

 

PELITAKARAWANG.COM- Sempat menyandang predikat Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) dengan bobot 96,83 ditahun 2018, Kepala SMAN 1 Lemahabang Hj Lilis Saidah S.pd MM kembali digarap asesor PKKS, Rabu (20/11). Dengan enam komponen penilaian, PKKS tahun 2019 ini juga menghadirkan 10 guru, 10 siswa dan 10 wakil Orangtua/wali murid. 


Dalam sambutannya, Lilis mengatakan bahw PKKS bukan sekedar mengevaluasi ketercapaian komponen penilaian, lebih dari itu adalah bentuk tanggungjawab kepemimpinan kepala sekolah terhadap pendidikan sebagai proyek peradaban manusia. Menurutnya, PKKS merupakan proses pengumpulan data, pengolahan dan interpretasi data selama melaksanakan tugas kepala sekolah. Alhamdulillah, ditahun 2018 lalu nilai PKKS terhadapnya 96,83 dan tahun ini yang merupakan tahun tantangan, tentu banyak upaya tersendiri dalam meningkatkan kualitas sekolah yang selaras dengan imtaq dan ipteknya. Pihaknya sebut Lilis, konsisten menjalankan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), yang mana tahun ini merupakan tahun Inovasi dan regulasi tata kelola sekolah sesuai Jabar Masagi. "Dalam penilaian ada 60 persen SKP sebagaimana 6 komponen dan 40 persen capaian kerja, baik pelayanan, integritas, tingkat kehadiran dan lainnya, insya Allah kita sejalan dengan visi sekolah, yaitu unggul, berkarakter berlandaskan Imtaq dan Iptek, " Katanya.


Lilis menambahkan, enam komponen penilaian diantaranya seperti kepribadian sosial, kepemimpinan pembelajaran 
pengembangan Sekolah, manajemen sumber daya, supervisi pembelajaran dan wirausaha dilakukannya sela memimpin sekolah. "Tidak semua progres berjalan mulus. Tapi yang terpenting, sebutnya, pihaknya berupaya keras dalam peningkatan kompetensi, baik dengan IHT, pendalaman materi siswa dan sarana pra sarana yang memadai, "Ujarnya.

Asesor PKKS, Dr Hj Etti Sumiati S.Pd MM
Mengatakan, ini tahun 2019, PKKS juga ada aplikasinya. Seperti eskul disekolah harus ada pelaksanaan, kemudian program-program sekolah juga ada laporannya, karenanya tinggal siapkan berkas apa saja yang diperlukan. Pihaknya, akan memotret apa yang ada, karenanya, bukti-bukti fisik dalam PKKS ini jangan hilang, karena untuk peningkatan mutu selanjutnya. "Kita memotret saja apa yang ada, seperti apa pelaksanaannya dan pelaporannya, " Katanya. 

Pengawas pembina yang juga tim Asesor PKKS lainnya, H Mohammad Bunyamin S.pd MM mengatakan, sebagaimana ketetapan Permen, untuk penilaian kinerja guru dan kepsek, di mulai pertengahan Oktober sampai 31 Desember ini, sedangkan Januari adalah penilaian formatif. Penilaian ini sebut Bunyamin menggunakan 6 kompetensi yang melekat pada diri Kepsek. Adalah hal biasa, jika ada yang yang lampaui target dan ada yang belum, karenanya, nanti bisa di lihat di nanti di RKJM. Dalam aplikasi baru PKKS, harus dihadirkan 10 peserta didik, dan perwakilan Orangtua/wali murid untuk melaporkan hasil kuisioner yang diberikan. Tapi, terlepas dari itu, ia melihat memang, di SMA ini sudah banyak capaian, dibanding SMA seusianya, sekolah ini jutsru paling di segani, mungkin kelembagaan dan manajerial serta aktivitasnya sampai detik ini, belum ada laporan yang negatif.  "Oleh karena itu, ini perlu jadi pertimbangan dan penilaian dengan menggunakan 6 kompetensi yang melekat pada diri Kepsek lewat PKKS ini, " Pungkasnya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top