Minggu, Desember 22, 2019

Belum Sebulan, Tol Japek II 'Jadi Saksi' Kecelakaan Beruntun

 

PELITAKARAWANG.COM - Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated pada Minggu (22/12/2019). Belum jelas kronologi terjadinya kecelakaan tersebut, namun informasi yang beredar insiden itu berlangsung di KM 27 Tol Layang Japek.

Namun pihak Jasa Marga membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 9.00 WIB.

"Ada kecelakaan beruntun pagi tadi sekitar jam 9 pagi, namun hanya kerugian material saja," ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (22/12/2019).

Dia menambahkan, Jasa Marga masih mencoba memonitor kronologi lengkap dari PJR yang bertugas. Sejauh ini informasi yang diterima Jasa Marga, kecelakaan diakibatkan kurang antisipasi sehingga ada kendaraan yang tertabrak dari belakang.

"Saat ini TKP sudah bersih dari kendaraan, lalin di lokasi sudah kembali normal," urainya.

Sementara itu, Jasa Marga atas diskresi Kepolisian mulai memberlakukan contraflow dari Km 47 s.d. Km 61 arah Cikampek sejak pukul 08.20 WIB. Saat ini terpantau kondisi lalu lintas (lalin) Jalan Tol Japek arah Cikampek terpantau padat di beberapa titik.

Dengan diberlakukannya contraflow ini diharapkan dapat mencairkan kepadatan yang terjadi di titik pertemuan Jalan Tol Japek Elevated dan Jalan Tol Japek di Km 48 dan titik menjelang rest area di Km 50.

Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi Kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu.

Untuk keamanan dan keamanan pengguna jalan terutama yang melintasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Jasa Marga menambah fasilitas seperti kendaraan Mobile Customer Service (Layanan Jalan Tol) yang dilengkapi dengan BBM dan air radiator untuk mengantisipasi kendaraan yang kehabisan bahan bakar.

Selain itu, Jasa Marga juga menambah jumlah derek khusus untuk untuk jalan tol layang ini, yang semula 4 unit menjadi 6 unit.#CNBC

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top