Senin, Desember 16, 2019

Setahun, 23 Warga Karawang Mati Gegara HIV/Aids

 

PELITAKARAWANG.COM - Penyakit HIV dan Aids di Karawang sudah menewaskan 23 orang sepanjang tahun 2019 ini. Dalam catatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karawang, jumlah penyakit mematikan ini, sudah didapati sebanyak 1.272 kasus sepanjang tahun 1992 - 2019 di Kota ini, bahkan warga yang paling banyak tertular adalah di usia-usia produktif antara 20 - 29 tahun dengan persentase 46 persen. 

Sekretaris KPA Karawang, Sukarjono mengatakan, ada 23 orang warga Karawang yang dikabarkan meninggal dunia akibat HIV/Aids. Pihaknya, sedang berupaya agar target zero new infection, zero Aids realated death dan zero discrimination tercapai ditahun 2030 di Karawang. Diantaranya, dengan upaya pencegahan di populasi rentan dan pencegahan di populasi rendah seperti di 33 SMP, 15 Kecamatan, 7 Majelis Taklim hingga lapas dan perguruan tinggi. Mengingat, sebut Sukarjono, usia produktif yang paling banyak tertular, antara 20 - 29 tahun dikisaran 46 persen. "Sepanjang tahun ini, ada 23 orang dimatanya warga Karawang yang meninggal akibat HIV/Aids ini, " Katanya disela-sela Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids di SMAN 1 Cilamaya, Senin (16/12).

Ia menambahkan, Faktor resiko HIV Aids ini rata-rata di sebabkan oleh heteroseks atau berhubungan (laki-laki- perempuan), kemudian homosex, napza/suntik, ibu ke anak, waria dan lainnya. Usia sekolah, diakuinya, lebih di gencarkan sosialisasi, karena di usia ini, adalah masa-masa pertumbuhan dan memacu keingintahuan ancaman, bahaya dan dampaknya. Sehingga, lewat sosialisasi, kiranya anak-anak sekolah, bisa membentengi diri dan menghindari sedini mungkin ancaman dan pemicu terdampaknya penyakit ini. "Kita sampaikan ke anak-anak sekolah, karena keingintahuan mereka itu tinggi, sehingga bisa memacu semangat menyampaikan kepada yang lainnya, "Katanya. 

Plt Camat Cilamaya Wetan, Entoh Hendra Permana yang mewakili Bupati Karawang di giat sosialisasi tersebut, mengatakan, HIV/Aids ini mendera banyak ibu rumah tangga dengan 268 kasus, disusul karyawan 257 kasus, buruh 174 kasus, swasta 144 kasus dan 45 kasus diantaranya adalah anak. Selain layanan di 50 Puskesmas dan RSUD di Karawang untuk mendeteksi HIV/Aids, Pemkab Karawang sudah melakukan upaya optimal, salah satunya tadi, di pencegahan khusus yang rentan, seperti penjangkauan, pendampingan dan tes HIV kelompok WPS, Homosexs, Waria dan penasun kerjasama Puskesmas dan LSM Penjangkau. Tidak itu saja, sebutnya, pencegahan di populasi rendah, seperti penyebarluasan informasi di sekolah, kecamatan, majelis taklim dan lainnya dilakukan. " Pemkab mendukung, target zero new infection, zero Aids realated death dan zero discrimination tercapai ditahun 2030 di Karawang, "Ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cilamaya R Eman Sulaeman mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KPA dari sekolah ke sekolah lainnya. Hari ini, pihaknya berangga menjadi bagian dari sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV dan Aids, sehingga dari kegiatan ini jadi bahan peringatan khususnya bagi generasi muda agar bisa lebih baik dan ikut aktif jadi kader Aids untuk penanggulangan di masyarakat. "Kita apresiasi sosialisasi ini, sebagai penambah wawasan bagi anak-anak bisa lebih faham pencegahan penyakit ini sejak dini, "Ujarnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan siswa dan guru dari SMK/SMA sekitar, Muspika Kecamatan, Anggota Koramil dan Polsek Cilamaya serta Kades-kades se Kecamatan Cilamaya Wetan yang dibubuhkan simbolis dukungan pencegahan HIV Aids dan Narkoba dengan tandatangan bersama diatas spanduk putih.  (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top