KABAR PILKADA

Tahun Baru, Pengawas Senior Ini Langsung Pensiun

PELITAKARAWANG.COM
31/12/19, 13:25 WIB Last Updated 2019-12-31T06:25:02Z
PELITAKARAWANG.COM - Menjadi pengawas di lingkungan pendidikan selama 14 tahun, mungkin hanya satu-satunya di sandang Ade Taryana S.pd. Namanya, sudah tidak asing di lingkungan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) Karawang. Selain cakap mendelivery manajemen pendidikan diberbagai masa, Mantan Ketua PGRI 1997 - 2007 ini, juga sempat menjadi konsultan pendidikan yang di gandeng anggaran dari Amerika Serikat selama 5 tahun. Namun, masa-masa sebagai Pengawas, nampaknya harus di lepas per tanggal 1 Januari 2020 besok, menyusul, figur yang terakhir bertugas di lingkungan Koorwilcambidik Kecamatan Telagasari ini, memasuki masa pensiun.

"Saya boleh dikata paling lama jadi Pengawas yaitu 14 tahun. Dan hari Selasa (31/12) ini, merupakan hari kerjanya yang terakhir, karena pada 1 - 2 Januari, sudah pensiun, " Katanya Kepada Pelitakarawang.com.

Dirinya, mengaku sangat nyaman menjadi pengawas, betapapun waktu belasan tahun ini, tawaran dan minat baik jabatan menjadi UPTD, Kasie atau karir lainnya sempat menghampiri, namun nasib memang terus mengikutinya sebagai pengawas. Karena, uang terpenting, jadi oengasa itu harus bisa memberikan arahan manajemen kepemimpinan, gigih, komunikatif dan koperatif dengan binaannya. Pria dengan stayus golongan terakhir 4B ini menambahkan, tantangan menjadi pengawas dari awal sampai saat ini berbeda-beda, dan jujur ternyata sulit sempurna. Sekarang, akses semua guru dan kepsek sudah mudah dengan pelaporan dan administrasi serba online dan berteknologi, tapi belum menjamin penanaman Budi pekerti kepada peserta didik bisa sukses. "Jadi pengawas itu ya harus jaga kewibawaan sekolah dan pendidikan, kebersamaan dan kekeluargaan, " Ujarnya.

PR kedepan, sebut mantan Kepsek SDN Pasirkamuning 3 ini, adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah, itu nampak di guru dan pegawai tenaga kependidikan, maka pengadaan Bintek mutlak harus berkelanjutan di laksanakan demi efektifitas kerja intra dan ekstra yang lebih baik." PR kedepan adalah soal SDM di dunia pendidikan, harus lebih baik, " ulasnya. 

Disinggung kegiatan paska pensiun, Ade yang mulai menjadi guru tahun 1979 ini, mengaku, dirinya sudah terbiasa kerja, selagi sehat. Karenanya, ia memilih tetap mengabdi di dunia pendidikan, betapapun di sekolah-sekolah swasta. Karena, cita-cita sedari kecil, adalah memang menjadi seorang guru. "Saya lahir di keluarga besar guru, dan cita-cita menjadi guru, walau pensiun, tetap mengabdi menjadi guru, " Pungkasnya. (Rud)
Komentar

Tampilkan

TERBARU LAINNYA

KABAR JAWA BARAT

+