Senin, Januari 27, 2020

Diduga Dua Pasien RSHS Terkena Virus Corona

 

PELITAKARAWANG.COM - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi dua pasien dicurigai mengalami gejala virus corona. Kedua pasien punya riwayat mengunjungi negara terdeteksi wabah virus corona.

Pasien WN China HG (35) merupakan rujukan dari RS Cahya Kawaluyaan yang datang pada Minggu (26/1) dan HA (24) warga Dago, dirujuk dari RS Borromeus pada Rabu (22/1). Keduanya masih diobservasi tim dokter.

Ketua Tim Penanganan Inspeksi Khusus RSHS Bandung Yovita Hartantri mengatakan keduanya punya riwayat berkunjung ke luar negeri. Sehingga, pihaknya mengisolasi keduanya untuk observasi lebih lanjut.

"Jadi pasien HG ini baru kembali liburan dari China, Xinhua sekitar 1.300 kilometer jaraknya dari Wuhan. Xinhua juga ada dua pasien positif virus corona. Sementara HA baru pulang dari Singapura pada 22 Januari lalu," kata Yovita kepada wartawan di RSHS Bandung, Kota Bandung, Senin (27/1/2020).


Ia menuturkan HG mengeluhkan panas badan, nyeri tenggorokan hingga sakit kepala ketika dibawa ke RS Cahya Kawaluyaan. Hasil observasi RSHS Bandung, pasien didiagnosa mengalami infeksi saluran pernafasan atas akut.

"Ketika datang ke RSHS Bandung, demamnya sudah normal, meski sehari sebelumnya panas 37,7 celcius. Tapi karena punya riwayat dari China, kita isolasi untuk observasi lebih lanjut," ungkap dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk pasien HA baru pulang dari berobat ke Singapura karena penyakit epilepsi. Pasien mengeluhkan batuk dan demam sepulang dari Singapura.

"Pasien punya riwayat penyakit epilepsi, nah baru pulang kontrol dari Singapura. Dia mengeluhkan demam dan batuk. Pasien ketika dirujuk ke RSHS tak sadarkan diri karena kejang-kejang sebelumnya," tutur dia.


"Hasil foto paru-paru juga mengalami perburukan saluran pernafasan. Pasien kami tangani dengan alat bantu pernafasan. Kami diagnogas mengalami infeksi saluran pernafasan bawah akut," katanya menambahkan.

Yovita mengatakan sudah mengirimkan sampel kedua pasien ke Litbangkes Kemenkes RI. "Kami juga akan mengirimkan sampel dahak (tenggorokan dan hidung) ke Litbangkes untuk mengetahui positif atau tidaknya," ujar Yovita.(detikcom)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top