Jumat, Januari 03, 2020

Gubernur Jabar Tetapkan 5 Daerah Tanggap Darurat Banjir

 

PELITAKARAWANG.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan status tanggap darurat bencana banjirdan tanah longsor di lima wilayah di Jawa Barat. Status tanggap bencana ini berlaku selama dua minggu terhitung sejak 1 Januari 2020.

"Kemarin, saya sudah menandatangani surat tanggap darurat untuk penetapan lima wilayah, yaitu Kota dan Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (3/1).

Dia menjelaskan dengan penetapan status tanggap darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengirimkan bantuan untuk warga terdampak.

"Dengan adanya surat penetapan tanggap darurat maka kita akan mengirimkan bantuan, mungkin total Rp5-6 miliar kepada daerah-daerah tersebut untuk melakukan recovery dan pertolongan tanggap darurat," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, secara umum banjir di Jawa Barat merupakan bagian dari musibah yang lumrah terjadi di seluruh Indonesia. 

"Karena memang catatan dari BNPB dan BMKG, beberapa hari terakhir adalah curah hujan terekstrem sejak 2007. Jadi dari 12 tahun ini paling tinggi disebut hujan yang besar sekitar 100 mm, di Halim itu 377 mm," ujarnya.

Sehingga, lanjut Emil, pertahanan sistem yang seharusnya sudah bisa mengantisipasi bencana banjir mengalami banyak kendala.

Ia pun meminta berbagai pihak untuk tidak saling menyalahkan atas kondisi saat ini. Dia melihat saat ini dinamika persepsi banjir masih didominasi saling menyalahkan kepada siapapun.

"Menurut saya kita fokus pada situasi tanggap darurat," tegasnya. 

Dia pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.

"Karena cuaca yang ekstrem ini diprediksi masih akan terjadi sampai 5-7 hari ke depan," ujar Emil.

Ridwan Kamil meninjau lokasi banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor pada Kamis (2/1). Di kedua tempat itu dia menemui Wali Kota Bekasi dan Bupati Bogor.

Terkait penanganan banjir, Emil menjelaskan ada perbedaan teknis di DKI Jakarta dan Jabar.

"Jadi bedanya DKI dengan Jawa Barat, kalau di DKI gubernur bisa langsung ke teknis. Kalau di Jabar teknis itu adanya di bupati/wali kota, jadi saya tidak bisa serta merta langsung begitu saja," ucapnya.

Namun dia membantah anggapan jika gubernur tidak turun tangan mengurus persoalan banjir.

"Maka, jika ada permasalahan termasuk bencana pasti bupati/wali kota yang melakukan upaya terlebih dahulu. Kalau upayanya belum maksimal perlu bantuan baru kami turun untuk melakukan pertolongan dan kalau lintas provinsi tidak memungkinkan baru levelnya ke presiden," kata Emil.(cnn)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top