Sabtu, Januari 04, 2020

Jokowi Imbau Masyarakat Bentuk Grup WhatsApp Info Banjir

 


PELITAKARAWANG.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat membentuk grup komunikasi, di antaranya lewat aplikasi WhatsApp selama penanggulangan bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jabodetabek. Tujuannya, agar perbaharuan dan penyebaran informasi soal banjir bisa didapat dengan cepat. 


"Masyarakat juga diminta agar terus memberikan informasi dan ada himbauan membentuk grup Whatsapp yang sekiranya bisa memberikan informasi sampai ke tingkat keluarga. Itu yang jadi arahan dari presiden," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jumat (3/1). 

Konpers dilakukan usai rapat terbatas dengan Jokowi, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan para menteri Kabinet Indonesia Maju. 

Tak hanya itu, Doni mengatakan Jokowi juga mengimbau masyarakat bisa mewaspadai daerah pemukimannya masing-masing. Khususnya, yang semula merupakan daerah resapan air dan berada di dataran rendah. 

"Pimpinan daerah sampai kepala desa, lurah juga agar mengingatkan masyarakat untuk tidak berada di tempat berisiko karena bisa saja hujan tidak terjadi di tempat mereka, namun di hulu. Tapi dalam waktu lama, air bisa mengalir dengan deras ke lokasi yang menjadi hunian masyarakat," terangnya. 

Pasalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan curah hujan masih akan tinggi setidaknya hingga Februari-Maret 2020. Bahkan, curah hujan tinggi diprediksi akan kembali dirasakan kurun waktu dua pekan ke depan.



Lalu, para kepala daerah juga diimbau agar tidak ragu mengubah status suatu kawasan menjadi darurat bencana bila memang terdampak parah. Tujuannya, agar bantuan bisa segera diprioritaskan untuk daerah darurat bencana lebih dulu. 

"Terima kasih juga dari presiden kepada seluruh aparat yang sudah bekerja secara sukarela dan para relawan sejak hari pertama dengan membantu masyarakat dalam proses evakuasi. Juga dengan bantuan dari komunitas dan swasta di dapur umum, termasuk para BUMN," ungkapnya.



Penanganan Pascabanjir

Pada kesempatan sama, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mengatakan Jokowi pun meminta agar bantuan kepada korban bencana 'banjir tahun baru' terus diberikan. 

"Sesuai arahan presiden, kami memastikan negara hadir di tengah bencana yang sedang dialami warga di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," ucapnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kementeriannya juga akan berkoordinasi dengan Kemensos untuk penanggulangan bidang sosial dan kesehatan pascabanjir.

"Kami kirim tim survei dengan kerja sama masyarakat, TNI, Polri, Dinas Kesehatan untuk mencegah dampak sesudah banjir. Misalnya, penyediaan air bersih paling tidak untuk pembersihan lingkungan agar bisa ditempati," tuturnya. 

Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kementeriannya akan memberi bantuan percepatan pengurusan dokumen kependudukan dan catatan sipil yang rusak pascabanjir. Ia meminta agar kepengurusan dokumen yan grusak itu bisa dipercepat Ditjen Dukcapil Kemendagri. 

"Saya sudah instruksikan Dirjen untuk bantu masyarakat semaksimal mungkin agar masyarakat mudah atau dapatkan kembali," imbuhnya. 

Di sisi lain, ia mengumumkan solusi penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SiLPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Belanja Tak Terduga (BTT) oleh para kepala daerah terdampak bencana. Tujuannya, agar ada ketersediaan dana penanggulangan bencana untuk masyarakat. 

Terkait solusi itu, Tito meminta DPRD untuk memberi persetujuan pengalihan penggunaan anggaran di pos-pos tersebut. Sebab, tujuannya untuk membantu korban banjir, sehingga perlu segera dicairkan atas persetujuan dari DPRD. 



Penanggulangan ke Depan

Di tempat yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Jokowi juga memberi instruksi agar pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana banjir terus dikerjakan.

Salah satunya, pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. 

"Saat ini pembebasan lahannya sudah lebih dari 95 persen. Sodetan juga dari 1,2 kilometer, kami selesaikan 600 meter dan saya sudah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) untuk bebaskan lahannya, mudah-mudahan tidak terlalu lama," katanya. 

Hal ini dilakukan di Sungai Ciliwung, karena lebar sungai saat ini hanya bisa dilalui air dengan debit berkisar 200 meter kubik per detik. Padahal debit banjir pada 1 Januari 2020 mencapai 570 meter kubik per detik. 




Selain itu, Basuki mengatakan kementeriannya juga turut menyiapkan rumah susun (rusun) di Pasar Rumput (Jakarta Selatan) dengan kapasitas 800 kepala keluarga guna masyarakat yang terdampak pembebasan lahan.

Selain itu, ia juga sudah mengerahkan 280 pegawainya ke 180 titik banjir untuk memeriksa tanggul, drainase, hingga pompa yang rusak akibat banjir agar segera diperbaiki. 

"Semuanya kami siapkan, karena tanggal 11, 12, 13, 14, 15 Januari, menurut BMKG merupakan puncak curah hujan tinggi," kata Basuki.

Banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi setelah curah hujan tinggi sejak Selasa (31/12/2019) siang hingga Rabu (1/1/2019).(cnn)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top