• Jelajahi

    Copyright © PELITA KARAWANG
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KABAR PILKADA

    Kesbangpol Bandung Telusuri Keberadaan Sunda Empire

    PELITAKARAWANG.COM
    17/01/20, 14:49 WIB Last Updated 2020-01-17T07:49:20Z

    PELITAKARAWANG.COM - Setelah publik digemparkan dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat, kini muncul kelompok yang menamakan diri Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE). Kelompok ini turut menjadi sorotan oleh warganet.

    Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Ferdi Ligaswara menyatakan kelompok Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) tidak terdaftar sebagai mitra Pemerintah Kota Bandung.



    "Pertama, saya baru tahu soal itu. Setelah dicek, tidak terdaftar juga di Kesbangpol," kata Ferdi saat dihubungi, Jumat (17/1).



    Namun, Ferdi mengatakan pihaknya akan menelusuri keberadaan kelompok tersebut. Terutama terkait informasi yang tersebar di media sosial apakah faktual, aktual, atau sudah terjadi jauh sebelumnya. "Tentunya ini akan ditelusuri," ujarnya.

    Ferdi menyampaikan organisasi atau kelompok manapun tak boleh keluar dari aturan dan konteks ketatanegaraan yang berlaku.

    "Yang jelas dalam aturan bahwa kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah ada aturan ketatanegaraan, tidak ada negara dalam negara. Kita sesuaikan dengan konteks aturan," ujarnya.




    Sebuah unggahan terkait keberadaan Sunda Empire dibagikan oleh akun Facebook Yuni Rusmini pada Kamis (16/1).

    Dia menunjukkan kegiatan Sunda Empire berdasarkan postingan dari akun Renny Khairani Miller pada 9 Juli 2019. Hanya saja unggahan yang dimaksud di akun Renny Khairani Miller sudah tak ada.

    Dalam unggahannya, Yuni melampirkan tangkapan layar unggahan Renny berisi tentang Sunda Empire-Earth Empire. Tampak beberapa foto kegiatan Sunda Empire itu, beberapa di antaranya ada yang mengenakan seragam hijau lengkap dengan baret berwarna biru.

    Sebelumnya, di Kabupaten Purworejo, keberadaan Keraton Agung Sejagat mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial twitter. Keraton itu mengklaim sebagai kerajaan penguasa penerus Majapahit.

    Namun raja dan ratu Keraton itu telah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan. Para pengikut Keraton Agung Sejagat diwajibkan membayar uang Rp3 juta sebagai biaya pendaftaran anggota kerajaan dan diiming-imingi hidup yang lebih baik.(CNN)
    Komentar

    Tampilkan

    TERBARU LAINNYA