Selasa, Januari 28, 2020

Ratusan Honorer K2 Dilantik jadi PNS, Selamat Bertugas!

 

Bupati Bogor, Ade Yasin saat foto bersama dengan PNS Kabupaten Bogor yang baru dilantik, Senin (27/1/2020). Foto: ANTARA/M Fikri Setiawan
PELITAKARAWANG.COM - Sebanyak 577 CPNS di Kabupaten Bogor, Jabar, resmi menyandang status sebagai PNS. Dari jumlah itu, 126 merupakan PNS yang sebelumnya merupakan tenaga honorer K2.



Mereka dilantik Bupati Bogor Ade Yasin di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Senin (27/1).

Ade Yasin berpesan agar para PNS baru itu bisa bekerja dengan baik dan dispilin.

"Intinya (PNS) harus bisa menempatkan diri dan waktu. Kalau waktunya istirahat silakan, jadi jangan mencuri waktu dengan alasan belum sarapan. Itu kan justru membuang waktu," ujarnya kepada awak media usai acara pelantikan.

Ade mengaku geram dengan kelakuan sejumlah oknum PNS yang kerap kabur ataupun tidak di kantor meski saat jam kerja. Padahal, menurutnya, perilaku buruk beberapa bawahannya itu selalu terpantau dari kursi bupati.

"Jangan disangka bupati tidak tahu, pimpinan tidak tahu. Kami sudah sampaikan termasuk untuk mendisiplinkan pegawai yang suka kabur atau kelayapan saat jam kerja. Semua terpantau,” beber politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dia eminta 557 PNS yang baru dilantik untuk melangkah cepat dengan mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan.
Ade Yasin berharap, para PNS hasil seleksi CPNS tahun 2018 itu dapat mendorong program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Ini yang terkadang yang mengkhawatirkan menjadi PNS, justru displinannya menjadi berkurang setelah menjadi PNS, PNS baru dan PNS lama lebih sulit mengatur PNS lama, karena itu sudah menjadi budaya. Jangan sampai ada yang menolak tugas,” sebutnya.


Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Zulkifli menyebutkan bahwa 577 PNS itu berasal dari 451 pelamar umum, dan 126 dari tenaga honorer K2. (Ant/jpnn)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top