Iklan

KABAR PILKADA

Rekan Kerja : ASN "King Of The King" Hanya Korban, Tidak Rugikan Orang Lain

PELITAKARAWANG.COM
30/01/20, 19:39 WIB Last Updated 2020-01-30T12:39:16Z
PELITAKARAWANG.COM - Meskipun jadi petinggi di komunitas Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang mengklaim memiliki dana aset amanah Rp60 ribu Triliun, ASN Karawang yang menjabat Kasie di Kecamatan Banyusari, JN di sebut-sebut hanya korban "cuci otak" yang tidak banyak merugikan orang lain. Hal itu di kemukakan sejumlah rekan kerjanya yang lama mengenal JN yang juga warga Desa Cariumulya Kecamatan Telagasari tersebut. 

"Semua sudah tahu sejak dulu dia seperti itu, tapi kalau menurut saya JN adalah korban. Dia bekerja normal seperti biasa, tapi tidak pernah mengajak-ngajak yang lain misalnya ikut atau memintai uang, gak pernah. Justru saya lebih kasihan ke Pak JN sendiri, kok jadi seperti itu, " Kata Kasie Pelayanan Kecamatan Lemahabang, Ade Saepudin, Kamis (30/1). 
JN-
Petinggi IMD King Of The King

Menurut Ade, tidak ada unsur pidana karena memang tidak ada yang dirugikan, karena Pak JN juga adalah korban yang pemikirannya jadi berangan-angan soal pencairan dana aset amanah yang tak pasti itu. Kalau boleh saran, pak JN lebih bagus memang diberikan pembinaan saja yang masif. "Tidak ada unsur pidana, gak ada yang di rugikan, tidak memintai uang, jaminan atau mahar apapun ke yang lain, malah dia sendiri yang berkorban, saking yakinnya," Ungkap Ade.

Kepala Puskesmas Pacing, H Ucin Supriyadi mengatakan, ia pernah kerja bareng JN ditahun 1995 di RSUD. Tidak menyangka saat melihat rekan kerjanya yang dulu bareng, jadi korban seperti itu, sampai jadi petinggi King Of The King yang sekarang viral. Bukan saja pada Pak JN, tapi pada keluarganya juga ia merasa kasihan, pasti ada pukulan psikologis dan sosial setelah Pak JN ini viral se Karawang. "Saya berharap, ada pembinaan serius agar rekan kerjanya tersebut, bisa kembali normal beraktivitas," Ujarnya. 

Camat Lemahabang, H Hamdani mengaku, sejak lama, pihaknya sudah banyak memperingatkan JN saat bekerja di Lemahabang selama hampir 4 tahun terakhir, namun keyakinannya itu sulit dibendung dengan nasihat dan lainnya. Karena, soal rejeki, ia harapkan yang pasti-pasti saja, tidak usah ngawur jauh kesana kemari. "Diperingati mah sudah, tapi keyakinannya begitu terus, susah juga dari dulu," Ungkapnya. (Rdi)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Kontak Admin

Nama

Email *

Pesan *