Jumat, Januari 31, 2020

Sebelum di Garap, Dewan Epeng Minta Pra Sistem Penanganan Karangligar di Matangkan

 


PELITAKARAWANG.COM - Sumber Anggaran yang disiapkan untuk penanganan "Banjir" Kalangligar cukup besar. Memastikan anggaran yang juga dibantu aspirasi dari beberapa anggota DPRD Karawang itu tida mubazdir, perencanaan atau pra sistem jangka panjang bagi Desa Karangligar, wajib di matangkan.
Mahpudin Anggota Komisi III DPRD Kab. KARAWANG

Dikatakan Anggota DPRD Karawang H Mahpudin, sebesar apapun anggaran yang siap di gelontorkan untuk pembangunan di Karangligar, utamanya dalam rangka penanganan pencegahan banjir kedepan, akan berdampak sia-sia kalau tanpa perencanaan pra sistem jangka panjang yang matang. OPD terkait, sebut Mahpudin, harus detail membuat skema akar permasalahannya, kemudian tahapan Detail Engenering Design (DED) seperti apa sampai benar-benar menggaransi bahwa anggaran yang di alokasikan tepat guna, tepat manfaat dan tidak meleset. "Perlu pra sistem, ini sifatnya harus jangka panjang agar anggaran yang siap di bangunkan fisik di Karangligar itu jangan meleset, " Katanya.

Dewan Partai Demokrat asal Lemahabang ini menambahkan, istilah perencanaan jangan ada yang sifatnya sementara, karena pembangunan yang akan di garap, adalah demi keberlangsungan jangka panjang masyarakat Karangligar. Mengapa tidak, OPD terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas terkait, melakukan kajian dalam pra sistemnya, seperti tambungan volume debit air berapa saat normal dan tidak, jumlah saluran tersier dan saluran sekundernya ada berapa titik? Apakah kurang lebar atau kurang dalam sehingga bisa menyebabkan banjir begitu cepat di Karangligar. Ini yang ia maksud solusi agar bisa di matangkan sebelum menggarap anggaran yang siap di realisasikan di Desa Karangligar. Sebab, Aspirasi DPRD saja dari Pak Suryana mencapai Rp600 juta, belum lagi ditambah H Abbas yang juga menyumbang aspirasi di Karangligar dan Dewan lainnya, ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Karangligar. "Harus di skema kan dulu, berapa debit air, jumlah saluran sekunder dan tersier, apakah sempit atau lebar. Kalau begitu, tahapan itu benar -benar matang dan tidak mubadzir nanti, " Ungkapnya.

Lebih jauh ia mengaku, sebagai DPRD yang salah satu tugasnya adalah pengawasan, hanya mengingatkan dan memberikan solusi ini. Sebab, di daerah Hotel Resinda itu dulunya merupakan zona yang sering banjir, tapi hebatnya, setelah ada hotel tidak banjir lagi. Artinya, pihak swasta saja mampu membuat wilayah yang langganan banjir menjadi tidak banjir, apalagi seharusnya Pemerintah, baik DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi hingga pusat dan Pemkab, tidak elok kalau sampai tidak bisa menyelesaikan persoalan di Karangligar. "Swasta bisa menyulap zona banjir jadi tidak banjir, maka tanggungjawab kita bersama bisa melakukan lebih dari itu, " Pungkasnya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top