Kamis, Januari 02, 2020

Seekor Kuda Mati, Setelah Lelah Bawa Penumpang Hingga Nekat Terobos Banjir

 

PELITAKARAWANG.COM - Seekor kuda mati tegeletak di dekat genangan banjir Jalan Kayu Gede, Paku Jaya, Serpong Utara.

Seekor kuda penarik delman ditemukan warga Serpong Utara, Tangerang Selatan tergeletak mati usai menerobos banjir.

Sebelumnya, kuda tersebut mati dalam keadaan tenggelam di genangan banjir.

Diceritakan oleh warga sekitar, kuda dan kusirnya nekat menerobos banjir setingga dada orang dewasa pada Rabu (1/1/2020) pukul 18.00 WIB.

Warga pun menerangkan kronologi kematian seekor kuda tersebut.

Tak hanya kuda, kondisi sang kusir pun diketahui juga memperihatinkan.

Sementara kudanya mati, sang kusir rupanya ditemukan pingsan tak sadarkan diri.

"Dia ini kan emang delman, mungkin keberatan lelah setelah bawa penumpang terus lewati banjir," ujar Wawan, warga sekitar, Kamis (2/1/2020).

"Kusir pingsan dan kudanya mati," sambung dia.

Kusir tersebut langsung dilarikan warga sekitar ke rumah sakit.

Sedangkan kuda yang berwarna coklat itu sudah tak tertolong.

Kuda tersebut sudah dibawa si empunya, setelah sempat cukup lama tergeletak.

"Kejadian kemarin sore dan baru dievakuasi tadi pagi dengan mobil pikap."

"Untuk dibawa kemana itu kuda saya kurang tahu," ujarnya.

Sampai saat ini, kawasan Kayu Gede masih terendam banjir.

Diperkirakan 300 kepala keluarga terimbas banjir yang juga disebabkan karena luapan Sungai Angke itu.

Sebagian besar warga mengungsi ke rumah saudaranya ataupun lokasi pengungsian yang sudah disediakan.

Ratusan Rumah Terendam di Serpong

Sementara itu ratusan rumah di Perumahan Pesona Serpong, Setu, Tangerang Selatan, terrendam banjir hingga setinggi 4 meter pada Rabu (1/1/2020).

Banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi, ditambah luapan Sungai Cisadane.

Samuel (29), warga Pesona Serpong, mengatakan saat pagi Ketua RW setempat sudah mengumumkan air Sungai Cisadane akan meluap.

"Sudah. Bu RW sudah ngasih tahu katanya dari Bogor nyampe jam 11.30 WIB. Bener nyampe jam segitu," ujar Samuel di lokasi.

Sampai pukul 14.00 WIB, air begitu cepat naik sampai ketinggian 4 meter.

"Puncaknya sampai 4 meter pas jam 14.00 WIB," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, air sampai ke langit-langit rumah.

Hanya terlihat bagian atap yang kebanyakan berbentuk segitiga.

Dari data yang  dapat, masih ada 24 orang yang enggan dievakuasi.

Total seluruh penghuni perumahan tersebut adalah 250 kepala keluarga, atau 600 jiwa.

Ratusan orang lain yang sudah meninggalkan rumahnya mengungsi di SDN Kademangan 2.

Tim penyelamat dari berbagai instansi sudah berada di lokasi untuk membantu evakuasi ataupun penyaluran bantuan kebutuhan dasar.(tribunstyls/TribunJakarta.com)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top