Jumat, Januari 24, 2020

Ternyata, PTSL Masih Bikin Cemas Pamong Desa. Ini Sebabnya !

 

PELITAKARAWANG.COM - Jelang program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di gulirkan Kantor BPN/ATR Karawang, ternyata masih menyisakan kecemasan tersendiri bagi perangkat desa. Betapapun program ini membantu warga memiliki hak resmi atas kepemilikan tanah, namun ketelitian dan kecermatan pemerintah desa, jadi tameng sukses dan tidaknya program tersebut.

Pjs Kades Tegalwaru, Hj Euis Herawati mengatakan, PTSL dapat membantu warga supaya medapatkan surat resmi kepemilikan tanah. Tapi ada rasa Was - was sebagai pamong desa yang menanganinya secara langsung. Contoh, sebut Euis, tanah dapat hasil beli di bawah tangan, atau juga tanah yang tidak ada surat-surat tanah warisan tapi tidak di pakai, akte waris atau segel. Ada juga contoh lain seperti ada anggota keluarga tiga, yang dua org ada yang satu di luar Jawa sementara yang dua orang bikin PTSL tanpa sepengatahuan yang satu lagi, semuanya itu, bagaimana kalau ujug - ujung ada yang menggugat, karena belum bagi waris ?  atau oleh pemilik lama karena jual beli di bawah tangan? Lantas jika seperti itu kalau ada gugatan yang tanggung jawab Siapa? "Ada yang dibawah tangan, ada yang belum jelas pembagian warisnya. Nanti kalau ada gugatan, siapa yang tanggungjawab, " Katanya. 

Euis menambahkan, karena kepemilikannya belum sah, soal tanggungjawab pasti selalu di bebankan pada pemerintahan desa. Contoh waktu ada Prona BPN sebelumnya, di target oleh BPN sekitar 400 bidang, yang teralisasi cuma 50 persen, karena pada akhirnya ada yang gugat dan alasan lainnya. Untuk itu, pamong desa sangat hati-hati dan teliti, karenanya, khusus Desa Tegalwaru, ia selalu mewanti-wanti agar masarakat teliti sebelum mendaftarkan tanahnya di program PTSL ini, karena ceriboh sedikit saja, maka kades yang akan kena sasaran gugatan dari warga. "Dulu waktu Prona di targe 400 bidang, yang realisasi paling 50 persen saja, karena ujungnya rentan gugatan, " Pungkasnya. (Rud)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top