• Jelajahi

    Copyright © PELITA KARAWANG
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KABAR PILKADA

    Warga Cemas, Banjir Kiriman Terus Kepung Cilamaya

    PELITAKARAWANG.COM
    02/01/20, 13:39 WIB Last Updated 2020-01-02T06:39:29Z
    PELITAKARAWANG.COM- Ada atau tanpa hujan di Cilamaya, sebenarnya tidak begitu risih bagi masyarakat di sekitaran Sungai Cilamaya. Tapi, jika intensitas tinggi terjadi di wilayah Pantura Subang dan Purwakarta, masyarakat terus dirundung kecemasan. Bagi mereka, informasi jumlah debit air di hulu Barugbug dan volume yang di bedah, sangat penting, menyusul persiapan mereka mengantisipasinya antara 1 - 2 jam kemudian di hilir Cilamaya. 


    "Kalau cuacanya terang, jadi bersyukur. Sementara kalau dengar di Purwakarta - Subang hujan besar, kita malah cemas. Sebab, banjir di sini itu akibat kiriman dan luapan sungai Cilamaya yang rata-rata tanggulnya jebol akibat air yang limpas. Paling, Kuta mengatisipasi barang-barang saja sambil menunggu informasi debit air ." Kata Warga Pasar Dua Desa Cilamaya, Nanang Muhajir kepada pelitakarawang.com, Kamis (2/1). 

    Senada dikatakan Warga Jambe, Desa Cilamaya, Ida Ridayah. Kondisi pasar yang di bangun di Cilamaya ,saat ini aman karena konturnya tinggi. Tapi, untuk pemukiman di sekitaran jalan Pasar, masih begitu di cemaskan. Karena, banjir rembes dan masuk ke rumah. Selain harus cek barang berharga untuk diantisipasi, membersihkan rumah bekas banjir juga harus ekstra sabar. "Ya cemas, kalau banjir malam hari itu, ada baiknya mengungsi sejenak ke Mesjid yang lebih tinggi, "Ujarnya.

    Sementara itu, Pjs Kades Kades Tegalwaru, Euis Herawati mengatakan, masyarakat begitu cemas dengan kondisi banjir kembali menghampiri. Karena, sebelumnya, sebanyak 23 KK termasuk 5 orang ibu hamil, di evakuasi dan di ungsikan sementara di Majelis Taklim. Bahkan, pada Rabu malam, dapur umum di sediakan di lokasi tak jauh dari tempat pengungsian yang rata-rata berasal dari Perumahan Pratama Permai Dusun Ondang. Pihaknya, akan selalu menginformasikan kabar teranyar, terkait debit air dan volumenya yang akan di bedah ke Sungai Cilamaya. Masyarakat, sebut Euis, diminta tenang dan bersabar, tapi tetap siaga untuk mengantisipasi segala sesuatu saat banjir kiriman ini datang. "Ada 23 KK yang ngungsi, mereka sebagian sudah pulang, tapi tetap kecemasannya menjadi-jadi, kalau melihat cuaca mendung dan kiriman air cukup tinggi. "Kecemasan ya banget, sekarang mereka pulang mengungsi. Kalau banjir lagi, y ngungsi lagi, " Pungkasnya. (Rud)
    Komentar

    Tampilkan

    TERBARU LAINNYA