KABAR PILKADA

BMKG Prediksi Potensi Cuaca Buruk di Wilayah Puncak Bogor

PELITAKARAWANG.COM
25/02/20, 02:50 WIB Last Updated 2020-02-24T19:50:05Z
PELITAKARAWANG.COM-.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui, Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memprediksi potensi cuaca buruk terjadi di wilayah Puncak Bogor mulai 24 hingga 28 Februari 2020.

"Hasil pemantauan kami, cuaca buruk itu berpotensi terjadi di Puncak atau selatan wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya pada 24-28 Februari 2020," ujar Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko Cisarua, Asep Firman Ilahi, Senin.

Menurutnya, terdapat bibit Siklon Tropis di Samudera Hindia sebelah selatan NTB, yang mendorong terbentuknya kawasan konvergensi atau pumpunan angin memanjang dari Sumatera Selatan hingga selatan Jawa Barat.

Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Kabupaten Bogor diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang beberapa hari terakhir. Tiupan angin kencang ini lebih dapat dirasakan di dataran tinggi di wilayah Puncak yang merupakan dataran tinggi.

"Wilayah Selatan Kabupaten Bogor dengan topografi perbukitan sangat rawan longsor, banjir bandang dan pohon tumbang, dalam tiga hari terakhir terdapat setidaknya terjadi tiga tanah longsor yang menelan korban jiwa," kata Asep.

Ia mencatat, tingkat curah hujan yang tinggi dalam kurun 10 hari terakhir. Hal itu menurutnya menyebabkan air tanah menjadi jenuh dan labil terjadinya longsor.Hal itu karena wilayah selatan Kabupaten Bogor dengan penampakan alam pegunungan, besar potensi terjadinya tanah longsor, banjir bandang dan tumbangnya pepohonan.

Asep mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah berbukit, saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Menjauh dari pohon besar ketika terjadi angin kencang. Selain itu masyarakat yang bepergian dan berwisata di kawasan Puncak sampai Cipanas Cianjur, untuk mewaspadai tebing pinggir jalan ketika hujan terjadi, tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca BMKG," tuturnya.***ANTARA
Komentar

Tampilkan

Terkini