Rabu, Februari 05, 2020

Menjadi Saksi Peristiwa Berdarah, Sri Rahayu Desak Pemkab Karawang Beri P3ndampingan Kepada Anak Korban

 

PELITAKARAWANG.COM - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Golkar, Sri Rahayu Agustina minta pemkab Karawang beri pendampingan kepada anak korban pembunuhan saat kunjungi keluarga korban di Dusun Kamurang, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, Rabu (5/2/2020). 

Peristiwa berdarah yang melibatkan anak dibawah umur tersebut pun mengundang rasa prihatin mendalam dari Sri Rahayu. MAN (13) anak bungsu korban dari tiga bersaudara, yang melihat langsung kejadian pembunuhan ibu kandungnya Oon (56) oleh bapaknya asal Boyolali, Jawa tengah, jelas membuat kondisi anak yang masih duduk di kelas 7 SMP tersebut mengalami trauma berat, sejak semalam terus menangis, karena jiwanya terguncang setelah melihat kondisi ibunya tewas berlumuran darah.
“Anak bungsu korban, yang masih duduk dibangku SMP menyaksikan peristiwa tersebut, tak dapat membayangkan bagaimana sadis bapaknya melakukan kekerasan bahkan pembunuhan terhadap ibunya,” kata Sri Rahayu, Rabu (5/2/2020) di rumah duka.
Lebih lanjut Sri Rahayu mengatakan, hingga saat ini ketiga anak korban pun masih mengalami trauma, terutama salah satu anaknya yang melihat langsung peristiwa tersebut. Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang harus turun tangan atas kejadian ini, Peran keluarga lebih penting untuk terus melakukan pendampingan khusus, apalagi MAN masih di bawah umur dan dipastikan dalam kondisi berkebutuhan khusus.
“Anak korban ini saksi kunci. Karena, saat peristiwa terjadi berada di dalam rumah. saya berharap Pemkab mengirim Psikiater yang dapat memberikan pendampingan hingga kondisi anak ini benar-benar pulih,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Pria berinisial TN (55), seperti orang yang kerasukan setan, tega membunuh wanita yang diduga mantan istrinya, di Kampung Kamurang, Desa Jatimulya Kecamatan Pedes, Karawang. Dihadapan anaknya, pelaku secara sadis habisi nyawa wanita mantan istrinya hingga korban meninggal di tempat.(isk)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top