Sabtu, Februari 08, 2020

Perihal Uang Tabungan King of The King di BNI Rp 720 Triliun Viral, Ini Kata BNI dan Prabowo Jalankan Tugas?

 


PELITAKARAWANG.COM - Sungguh Fantastis, Uang Tabungan King of The King di BNI Rp 720 Triliun viral di media sosial, Benarkah Prabowo Segera Jalankan Tugasnya?

Tak ada habisnya, pihak kerajaan King of The King kembali bikin heboh. 

Sebelumnya dirinya menyeret nama Menhan Prabowo Subianto terlibat dengan kegiatannya.

Yap, mereka menyebut Prabowo akan ditugaskan sebagai orang yang akan membeli peralatan tempur dari uang triliunan yang dimiliki kerajaan itu. 

Disebut kepemilikan uang yang melimpah diberikan oleh Presiden Soekarno itu cukup untuk membayar utang Indonesia. 

Sisanya dibagikan sebanyak Rp 3 miliar kepada setiap warga Indonesia. 

Alhasil, petingginya kini diperiksa polisi. 

Belum juga selesai, ada lagi kabar mencengangkan. 

Telah beredar dan viral di media sosial sebuah unggahan menyebutkan saldo rekening kerajaan King of The King sebanyak Rp 720 triliun.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Twitter @BigAlphaID.

Hingga saat ini, Jumat (7/2/2020) pukul 12.00 WIB, unggahan tersebut telah di-retweet lebih dari 1.000 kali dan disukai sebanyak 1.200 kali. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan "Saldo" rekening King of The King di BNI sebanyak Rp 720 T.

Wow!.

Benarkah kabar yang beredar tersebut?Konfirmasi pihak BNI

Dikutip dari Kompas.com, Corporate Secretary BNI Meiliana mengatakan, unggahan yang menyebutkan King of The King memiliki saldo rekening sebanyak Rp 720 triliun adalah tidak benar alias hoaks.

Selanjutnya, pihak bank plat merah tersebut juga sudah melaporkan kerajaan tersebut di pihak yang berwajib terkait pemalsuan dokumen.

"Itu tidak benar. Kami juga sudah melaporkan ke kepolisian atas kasus pemalsuan dokumen tersebut," katanya kepada Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Pelaporan tersebut, imbuhnya, guna memberikan efek jera kepada terduga pelaku dan pihak lain yang berniat melakukan pelanggaran yang sama.

Sungguh berani Seret Nama Prabowo, Petinggi kerajaan King of The King Ternyata Tak bohong Soal Ini, Sebanding dengan Menhan?

Masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan kemunculan kerajaan-kerajaan baru.

Setelah Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, kini muncul kerajaan bernama King of The King di Kota Tangerang.

Bahkan pimpinan King of The King yang bernama Dony Pedro disebut sebagai anggota TNI aktif.

Pihak TNI AD pun mengonfirmasi bahwa Dony Pedro memang merupakan anggota TNI aktif.

Informasi tersebut sebelumnya diungkap oleh pengikut sekaligus petinggi King of The King, Juanda, yang lebih dulu tertangkap.

"Benar bahwa Saudara Dony Pedro anggota TNI aktif," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispen AD) Brigjen TNI Candra Wijaya kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Candra menuturkan, Dony berpangkat Letnan Satu serta berdinas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD di Bandung.

Menurut dia, saat ini Dony sedang menjalani proses hukum melalui pengadilan militer di Bandung.

"Yang bersangkutan sudah mulai menjalani proses hukum sejak tanggal 31 Januari 2020 di Pomdam III/Siliwangi karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan," ujarnya.

Sebelumnya, Juanda pengikut sekaligus petinggi King of The King asal Karawang menyebut Dony adalah anggota TNI aktif.

"Kepada saya, Dia (Dony Pedro) bilang tentara aktif," kata Juanda.

Juanda meyakini bahwa pimpinan King of The King bukan tentara gadungan.

Pasalnya, Dony menunjukkan Kartu Tanda prajurit TNI dan tertera Dony berpangkat Letnan Satu Infanteri.

"Saat saya ke sana (rumah Dony Pedro) seragam (TNI)-nya digantungin," kata Juanda.

Juanda mengklaim, King of The Kingmerupakan Raja Diraja dari semua raja di dunia.

"Itu adalah Raja Diraja, nanti beliaulah yang akan melantik dari seluruh presiden dan raja-raja di seluruh dunia," kata Juanda, Senin (27/1/2020).

Juanda mengklaim Dony menduduki dua lembaga keuangan tertinggi di dunia yaitu Union Bank Switzerland (UBS) dan Indonesia Mercusuar Dunia (IMD).

Dony disebut-sebut menjabat sebagai Presiden UBS dan memiliki kekayaan Rp 60.000 triliun di bank tersebut.

Juanda mengatakan, kekayaan itu merupakan aset yang ditinggalkan Soekarno dan resmi diserahkan kepada Dony.

Ada beberapa surat yang diklaim merupakan surat aset peninggalan Soekarno di Bank Swiss. 

Ia juga menyebut bahwa Prabowo Subianto sebagai bagian dari King of The King yang akan bertugas membeli alutsista berupa 3.000 pesawat tempur buatan Eropa.

"Itu akan diinikan (dikerjakan) Pak Prabowo nanti," kata dia.

Kerajaan tersebut juga mengaku memiliki Supersemar yang asli sebagai bukti perintah Soekarno yang melimpahkan peninggalannya ke Dony.

Berani Seret Prabowo, Petinggi King of The King Ternyata Tak Bohong Soal Ini, Sebanding Menhan? 
Wartawan Tribun Jabar telah melihat langsung ke rumah yang disebut pernah dijadikan tempat beraktivitas King of The King.

Rumah yang pernah ditempati Dony tersebut berada di Jalan Wiranta Nomor 79, Kota Bandung.

Adapun rumah kontrakan itu dikelola oleh Kiat Pambudi (40). Kiat mengaku mengenal sosok Dony.

"Saya baca di pemberitaan disebut markas. Setahu saya ini hanya tempat silahturahmi," kata Kiat.

Lebih lanjut Kiat mengatakan, sosok Dony terkesan arogan bagi orang yang tak kenal.

Padahal, aslinya Dony tak seperti itu.

"Hubungan dengan saya secara pribadi baik. Tapi kalau belum kenal kesannya arogan, karena mungkin pernah menjadi aparat," katanya.

Kondisi bangunan rumah yang diduga sebagai markas kelompok King Of The King di Jalan Wiranta No 79, RT03/RW11, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Ternyata, Kiat juga sempat berbicara hal-hal yang serius dengan Dony, misalnya soal uang-uang Eropa.

"Sempat ngobrol soal tongkat Nabi Musa, uang-uang Eropa banyak katanya. Tapi saya tanya sama teman, ternyata uang yang ditunjukkan bukan uang Eropa, tapi Jerman. Memang agak aneh pemikirannya," ujarnya.





(kompas.com/tribunnews)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top